Senin, 1 September 2025

Berita Viral

Ketua RT Sebut T 'Mas Pelayaran' di Rumah karena Cuti, Pulang karena Ayah Selesai Haji

Ketua RT mengungkapkan sosok T 'mas-mas pelayaran' sedang berada di rumah karena mengambil cuti.

|
Tangkapan layar dari akun Instagram @merapi_uncover
DRIVER DIDUGA DIANIAYA - Massa dari driver ShopeeFood menggeruduk rumah penganiaya rekan mereka berinisial T di KecamatanGodean, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (5/7/2025) dini hari. T sempat mengaku sebagai orang yang bekerja di pelayaran 

TRIBUNNEWS.COM - Netizen tengah dihebohkan soal viralnya dugaan penganiyaan terhadap driver ojek online (ojol) di kawasan Dusun Bantulan, Desa Sidoarum, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Adapun menurut polisi, penganiayaan itu terjadi karena adanya miskomunikasi antara pelaku berinisial T dengan korban, yaitu pacar driver ojol bernama Ayuningtyas Mega Lukito.

Pada momen tersebut, sebenarnya Mega tengah mendampingi pacarnya, Arzeto Duta, yang tengah mengantar pesanan ke pelaku.

Namun, karena pesanan T terlambat, keduanya terlibat cek-cok dan pelaku diduga melakukan penganiayaan terhadap Mega.

"Pacar drivernya ini ada luka cakaran dan merasa dijambak. Dari kejadian itu dilaporkan ke Polresta Sleman pada tanggal 4 Juli dinihari sekitar pukul 02.00 WIB," kata Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Wahyu Agha Ari Septyan, Sabtu (5/7/2025), dikutip dari Tribun Jogja.

Saat dugaan penganiayaan terjadi, Mega pun sempat merekam insiden tersebut dan viral di media sosial.

Setelah itu, ratusan driver ojol langsung menggeruduk kediaman T pada Sabtu dini hari.

Di sisi lain, netizen pun turut menyoroti bentakan dari T yang mengaku sebagai orang yang bekerja di pelayaran.

Baca juga: Viral Mas Pelayaran Arogan Digeruduk Driver Shopee Food Yogyakarta, Ini Kronologinya

Dia menuding Duta tidak disiplin karena terlambat mengantar orderannya.

"Aku wong pelayaran, mbak (Saya bekerja pelayaran). Kowe ngerti disiplin ora? (Kamu tahu artinya disiplin tidak?)," kata T dikutip dari unggahan video akun Instagram @merapi_uncover.

Setelah itu, T semakin marah terhadap Mega karena terus memotong pembicaraannya dengan intonasi yang menurutnya membentak.

"Rasah bengak-bengok (tidak usah teriak-teriak). Kowe bengok-bengok (kamu teriak-teriak)," bentak T kepada Mega.

Tak terima, Mega pun balik membentak T karena merasa tidak melakukan hal yang dituduhkan tersebut saat berbicara.

Ambil Cuti karena Ayah Pulang Haji

Sementara itu, Ketua RT setempat, Nursalim, mengungkapkan T baru saja tiba di kediamannya setelah mengambil cuti pulang kampung.

Menurutnya, T bukan kerja di pelayaran, namun bagian pelayanan.

"Pelayanan (maksudnya). Mungkin karena nadanya tinggi jadi terdengar seperti pelayaran. Beliau kerja di Bea Cukai," ujarnya.

Adapun maksud T pulang kampung karena sang ayah baru saja pulang dari ibadah haji.

"(Ayah T) Baru pulang (dari ibadah haji) siang, malamnya sudah geger," imbuhnya.

Namun, menurut polisi, T disebut masih berstatus pelajar atau mahasiswa. Hal ini diketahui dari KTP miliknya.

Pelaku Minta Maaf, Siap Diproses Hukum

Pasca insiden ini, T pun meminta maaf atas dugaan penganiayaan yang telah dilakukannya. Dia juga siap untuk diproses hukum atas tindakannya tersebut.

"Saya memohon dengan tulus untuk meminta maaf kepada korban dan driver ojol terutama driver Shopee atas kejadian Kamis, 3 Juli 2025 pukul 21.30 WIB. Dengan hal itu saya menyesal dan siap menerima konsekuensi dengan proses hukum yang berlaku," tuturnya dikutip dari akun Instagram @merapi_uncover, Sabtu.

Di sisi lain, polisi belum menetapkan T sebagai tersangka penganiayaan. Kendati demikian, pemeriksaan terhadapnya sudah dilakukan.

"Terlapor (inisial T) sudah diperiksa tapi belum ditetapkan tersangka. Kami masih dalami benar gak terjadi penganiayaan atau tidak. Karena di situ (saat kejadian) ada beberapa orang," kata Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Wahyu Agha Ari Septyan.

Kerja sebagai Staf Admin Pelabuhan

Terbaru, pihak kepolisian mengungkap profesi T sebenarnya.

T diketahui bekerja sebagai staf admin pelabuhan di Sulawesi Tengah.

"Untuk TTW ini bukan dari pelayaran ya atau sekolah pelayaran. Cuma yang bersangkutan kerja di perusahaan sebagai staf admin pelabuhan Fatufia Morowali, Sulawesi Tengah," kata Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Wahyu Agha Ari Septyan, di Mapolresta Sleman, Senin (7/7/2025). 

Untuk latar belakang pendidikan T, Wahyu menyebut pelaku merupakan lulusan Sarjana Akuntansi dari sebuah universitas di Yogyakarta.

Terkait pengakuan T sebagai orang pelayaran, Wahyu mengatakan untuk menunjukkan sikap disiplin dan tertib terhadap driver ojol yang mengantar makanannya.

"Intinya penyebutan dari pelayaran untuk menegaskan lah kalau dia itu tertib dan disiplin. Tidak ada kata terlambat. Intinya seperti itu," pungkasnya.

Kini, T bersama ayah, RTW (58), dan kakaknya, THW (32), telah diamankan dan ditahan di Mapolresta Sleman.

Disclaimer:

Artikel ini telah disunting pada bagian judul dan isi karena ada kesalahan informasi mengenai profesi sosok T. Sosok T yang berprofesi sebagai staf admin pelabuhan di Morowali, Sulawesi Tengah, sebelumnya disebutkan bekerja di Bea Cukai. Redaksi memohon maaf atas kesalahan informasi yang dituliskan.

Sebagian artikel telah tayang di Tribun Jogja dengan judul "Ketua RT Ungkap Sosok T Terduga Penganiaya Driver Online di Godean, Ternyata Pegawai"

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(Tribun Jogja/Yuwantoro Winduajie/Ahmad Syarifudin)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan