Sabtu, 30 Agustus 2025

Kapal Tenggelam di Selat Bali

Anif Sempat Tinggal di Lokasi Penemuan Mayat, Jaga Jenazah Korban KMP Tunu Agar Tak Hilang

Anif menceritakan pengalamannya saat menemukan jenazah salah satu korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Dia sempat menjaga jenazah agartak hilang

Penulis: Dewi Agustina
Tangkapan Layar YouTube Kompas TV
KAPAL TENGGELAM - Miftahul Rahman atau Anif (42), seorang nelayan di Pebuahan Bali menceritakan pengalamannya saat tanpa sengaja menemukan jenazah salah satu korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. 

TRIBUNNEWS.COM, BALI – Miftahul Rahman atau Anif (42), seorang nelayan di Pebuahan Bali menceritakan pengalamannya saat tanpa sengaja menemukan jenazah salah satu korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.

Bahkan dia mengaku sempat beberapa saat berada di lokasi penemuan mayat, sementara rekannya melaporkan penemuan itu ke pihak berwajib.

Baca juga: Satu Jenazah Diduga Korban KMP Tunu Pratama Jaya Belum Berhasil Diidentifikasi, Ini Penyebabnya

Anif memilih tinggal di lokasi itu untuk menjaga agar mayat tak hilang.

Awalnya Anif pada Rabu (9/7/2025) pagi tengah mencari kenus atau cumi-cumi di sekitar pinggiran laut. 

Karena tak memperoleh hasil, ia pun berpindah ke tengah laut. 

"Ketika di tengah, saya melihat seperti pelampung dan dikerumuni burung. Ternyata setelah didekati ada jenazah mengapung dengan posisi tengadah. Itu sekitar pukul 07.00 WITA atau sejam setelah saya mulai melaut," kata Anif dilansir dari Tribun Bali.

Anif mengaku saatitu dia tidak berani mendekati lokasi.

Dia kemudian memanggil rekan nelayan lainnya yang jaraknya paling dekat untuk segera ke pinggir pantai menginformasikan kepada petugas. 

Sementara Anif memilih untuk tinggal di lokasi penemuan untuk menjaga jenazah agar tidak hilang. 

"Itu jaraknya sekitar 2 kilometer dari pinggir Pantai," ujarnya.

Baca juga: Santunan Korban dan Jaminan Tim Evakuasi, Komitmen Jasa Raharja di Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya

Jenazah berjenis kelamin laki-laki mengenakan celana biru pendek, dan menggunakan baju hitam namun kondisinya sudah hampir terlepas. 

Hingga kemarin, ada dua temuan jenazah yang telah dievakuasi. 

Jenazah kedua korban dengan ciri-ciri berjenis kelamin laki-laki, mengenakan celana pendek hitam dan tidak mengenakan baju. Jenazah tersebut ditemukan nelayan serta warga. 

KMP TUNU PRATAMA JAYA LAIK BERLAYAR - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, tidak ada indikasi kerusakan pada KMP Tunu Pratama Jaya sehingga kapal tersebut laik berlayar. Hal tersebut merespons kecelakaan kapal Tunu Pratama Jaya pada Rabu (2/7/2025) yang membawa 53 penumpang, 12 kru dan 22 kendaraan.
KMP TUNU PRATAMA JAYA LAIK BERLAYAR - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, tidak ada indikasi kerusakan pada KMP Tunu Pratama Jaya sehingga kapal tersebut laik berlayar. Hal tersebut merespons kecelakaan kapal Tunu Pratama Jaya pada Rabu (2/7/2025) yang membawa 53 penumpang, 12 kru dan 22 kendaraan. (Istimewa)

"Ini jadi temuan jenazah yang kedua. Ditemukan nelayan dan sudah dievakuasi ke RSU Negara untuk identifikasi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi, Rabu (9/7/2025).

Deputi Operasional dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana TNI (Purn) R Eko Suyatno selaku SMC, menyampaikan bahwa jenazah pertama ditemukan nelayan di sekitar Pantai Pebuahan, pada pukul 07.00 WITA. 

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan