Minggu, 31 Agustus 2025

Cerita Warga Sorong Kelaparan karena Harga Beras Naik, Nasi Dimasak Sekali Langsung Basi

Warga Sorong kelaparan karena harga beras naik. Nasi yang dimasak cepat basi, warga minta pemerintah turun tangan.

Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNSORONG.COM/ANGELA CINDY
WARGA SORONG ANTRE BERAS - Warga Sorong antre membeli beras di toko sembako alternatif setelah harga melonjak tajam di pasar tradisional. 

TRIBUNNEWS.COM, SORONG - Lonjakan harga beras di Kota Sorong, Papua Barat, memaksa warga untuk menurunkan kualitas konsumsi pangan harian mereka.

Banyak yang terpaksa membeli beras murah campuran, meski harus menghadapi kenyataan pahit: nasi cepat basi dan tak layak makan.

Selain itu, mereka terpaksa untuk menahan lapar dan mengurangi porsi makan sehari-hari.

Keluhan ini ramai disuarakan warga melalui kolom komentar unggahan berita Harga Beras Meroket di Pasar Remuyang diposting akun resmi Tribun Sorong, Rabu (9/7/2025).

“Beli beras semangka saja dong (mereka) sudah campur aduk dengan beras Bulog, nasi baru cok pagi, siang sudah basih,” tulis seorang warga.

“Iya betul sekali kaka, kita sangat kecewa, mau makan lihat nasi sudah basi,” sambung warga lainnya.

Nur, seorang ibu rumah tangga, mengaku berat menghadapi kenaikan harga yang terus merangkak naik.

Ia pun mengganti merek beras yang biasa dibelinya.

“Biasanya saya beli beras merek Semangka, tapi sekarang harganya sudah Rp15.000 per kilogram. Jadi saya beralih ke beras merek Perahu yang sedikit lebih murah, sekitar Rp14.500 per kilogram. Padahal sebelumnya beras Perahu cuma Rp13.000,” keluh Nur.

Senada, Fransina, warga lainnya, menyebut harga beras tak pernah stabil.

Hampir setiap bulan, harga naik.

“Dulu kami masih bisa beli beras seharga Rp11.000 sampai Rp12.000 per kilo. Sekarang bisa tembus sampai Rp17.000. Kami yang hidup pas-pasan semakin terjepit,” ujar Fransina.

Dia meminta pemerintah segera menyelesaikan masalah ini.

"Pemerintah harus turun tangan. Soalnya beras ini makanan utama kami, yang bisa bikin kenyang," ujarnya.

Dampak kenaikan ini sangat terasa, terutama bagi masyarakat berpenghasilan harian dan pekerja sektor informal.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan