Kamis, 30 April 2026

Potret Sekolah Tanpa Murid Baru di Berbagai Wilayah se-Indonesia

Tahun ajaran baru 2025, sejumlah sekolah di Aceh, Blora, Ciamis, Probolinggo, Wonogiri sepi murid. Kemendikdasmen kumpulkan data.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Kolase Tribunnews.com
MPLS 2025 - (Kiri)Suasana pembelajaran di SDN Kauman 27 Solo untuk kelas I di SPMB tahun ajaran 2025/2026, Selasa (15/7/2025) pagi. Diketahui bahwa ini kali pertama SDN Kauman 27 hanya mendapatkan satu siswa dalam Sistem Pendaftaran Murid Baru (SPMB). (Kanan) Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kranggan 1, yang terletak di Kecamatan Tersono tidak memiliki murid pada tahun ajaran ini.Sebagai solusi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdukbud) Kabupaten Batang merencanakan untuk merger dengan SDN Kranggan 2. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tahun ajaran baru 2025-2026 dibuka dengan fenomena memprihatinkan: sejumlah sekolah di Indonesia tidak punya murid baru. 

Berdasarkan catatan Tribunnews.com, sekolah-sekolah ini tersebar di Aceh, Blora, Ciamis, Probolinggo, dan Wonogiri.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini sedang mengumpulkan data penerimaan murid baru melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.

Langkah ini diambil menyusul temuan minimnya jumlah siswa baru di berbagai sekolah, bahkan ada yang "nol murid".

"Kami memang sekarang setelah nanti SPMB semuanya selesai kita akan mendata secara nasional murid di sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta," ujar Mendikdasmen Abdul Mu'ti di SMAN 39 Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Ia menambahkan, "Ada yang malah tidak ada muridnya sama sekali. Saya dapat dari berita, saya baca di Pandeglang itu ada SD yang zero, yang muridnya tidak ada sama sekali. Ada di Solo 1 murid, ada yang 2 murid."

Baca juga: PSSN BSSN Jadi Sekolah Kedinasan Paling Sepi Pelamar, Ini Persyaratannya

Daftar Sekolah yang Sepi Pendaftar

Aceh: Guru Mundur, Puluhan Siswa Terlantar

Di Kampung Simpur, Kecamatan Mesidah Bener Meriah, Aceh, Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Simpurmenghadapi krisis serius.

Delapan guru honorer di sekolah ini mengundurkan diri setelah gagal dalam tes PPPK dan merasa tidak memiliki jaminan untuk menjadi ASN.

Akibatnya, aktivitas belajar mengajar terhenti total, dan puluhan siswa MIS tersebut terancam putus sekolah.

Ketua Komite MIS Simpur, Fauzi Muhda, menjelaskan bahwa MIS ini didirikan pada tahun 2017 sebagai inisiatif masyarakat karena lokasi SD Negeri terdekat berjarak sekitar 8 kilometer.

"Sekarang tidak ada lagi guru yang mengajar, anak–anak tidak lagi sekolah," kata Fauzi pada Rabu (16/7/2025).

Untuk sementara, seorang lulusan sarjana pertanian bernama Tajuk Tangkenate menampung anak-anak tersebut agar tetap bisa belajar.

Blora: Seragam dan Antar Jemput Gratis Tak Mampu Tarik Minat

Nasib SDN 1 Patalan di Desa Patalan, Kecamatan Blora, Jawa Tengah, begitu memilukan.

Sekolah ini tidak mendapatkan satu pun murid baru di tahun ajaran ini, meskipun telah menawarkan fasilitas menarik seperti seragam gratis dan antar jemput gratis.

Kepala Sekolah SDN 1 Patalan, Dhian Mayasari, mengungkapkan kesedihannya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved