Eks Marinir jadi Tentara Bayaran Rusia
Ibunda Menangis Pandangi Foto Eks Marinir Satria Arya yang Hilang Kontak
Eks marinir Satria hilang kontak usai bergabung jadi tentara bayaran Rusia. Ibunya menunggu dalam diam, hanya ditemani foto
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG — Di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (23/7/2025) siang, seorang ibu larut dalam sunyi yang panjang. Sejak dua tahun terakhir, Lasmi (nama disamarkan), hanya bisa memandangi foto anaknya, Satria Arya Kumbara — mantan prajurit Marinir TNI AL yang kini dikabarkan menjadi tentara bayaran di Rusia.
Tidak ada kabar, tidak ada telepon. Yang tersisa hanyalah bingkai foto berseragam marinir dan tumpukan rindu yang tak kunjung terjawab.
Saat didatangi wartawan, Lasmi enggan berbicara panjang. Namun dari sorot mata dan gestur tubuhnya, terlihat jelas: ia sangat merindukan anaknya. Tangannya menggenggam erat bingkai foto Satria, seolah ingin memeluk sosok dalam gambar itu.
"Saya cuma ingin dia pulang. Saya masih tunggu," ucapnya lirih, matanya berkaca-kaca.
Tak Ada Kabar Sejak Bergabung dengan Tentara Bayaran
Satria Arya Kumbara sempat mengunggah video permintaan maaf dan harapan pulang ke Indonesia melalui akun TikTok miliknya, @zstorm689. Dalam video berdurasi dua menit, ia menyampaikan penyesalan karena bergabung dengan pasukan asing dan mendapati status WNI-nya dicabut.
Namun, sejak unggahan itu, komunikasi dengan keluarga terputus. Tak ada lagi suara atau kabar dari pria yang dulu dibanggakan sebagai marinir. Lasmi hanya bisa menunggu dan berharap negara memberikan kejelasan.
Di ruang tamu, foto-foto Satria saat berseragam TNI masih terpajang. Ia tetap menjadi bagian dari rumah itu, meski raganya entah di mana.
Baca juga: Warga Ambarawa Terbelah Sikapi Eks Marinir Jadi Tentara Bayaran Rusia Kini Minta Pulang
Teman Masa Kecil Tak Percaya
Bangun Prihanto (41), teman masa kecil Satria, masih terkejut saat mengetahui kabar itu. Mereka tumbuh bersama di gang sempit itu. Ia mengenal Satria sebagai sosok bersemangat yang sejak kecil bercita-cita jadi tentara.
“Dulu kita sering main bareng. Satria orangnya supel, gampang bergaul, dan punya semangat kuat,” kata Bangun.
Terakhir mereka bertemu sekitar satu tahun lalu, sebelum Satria berangkat ke Rusia. Sejak itu, hanya kabar dari media sosial yang bisa mereka ikuti.
Sekolah: Biasa Saja, Tapi Berani Berbeda
Budi Raharjo, Kepala SMK dr Tjipto Ambarawa, mengenang Satria sebagai murid biasa di jurusan teknik mesin.
“Ia tidak menonjol secara akademik, tapi murid seperti dia sering punya nilai hidup di luar sekolah,” ujarnya.
Kini, nama Satria dikenal luas karena keberaniannya, namun juga menuai polemik karena keterlibatannya dalam konflik internasional sebagai tentara bayaran Rusia.
Rindu yang Tak Bisa Disampaikan
Kabar tentang Satria mencuat setelah ia mengunggah video meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto dan menyatakan keinginannya kembali ke Indonesia. Ia juga sempat mengunggah pesan dari anaknya yang mengucapkan selamat ulang tahun — momen yang menambah luka dan kerinduan di rumah orangtuanya.
Namun kini, semua komunikasi terputus. Lasmi hanya bisa menunggu, sambil memeluk bayangan dan kenangan anaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gang-rumah-eks-Marinir-TNI-AL-Satria-Arta-Kumbara-di-Ambarawa-Kabupaten-Semarang.jpg)