Eks Marinir jadi Tentara Bayaran Rusia
Warga Ambarawa Terbelah Sikapi Eks Marinir Jadi Tentara Bayaran Rusia Kini Minta Pulang
Dari jalan sunyi di Ambarawa ke medan perang Eropa Timur, kisah Satria Kumbara membawa kampung halamannya
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Satria Arta Kumbara, eks prajurit Marinir TNI AL asal Ambarawa, Semarang, kini menjadi sorotan dunia setelah meminta pulang dari Rusia. Respons kampung halamannya terbagi antara empati dan kebingungan.
Semarang – Warga Ambarawa, Kabupaten Semarang, dibuat bingung dan emosional setelah munculnya video viral permohonan pulang dari Satria Arta Kumbara, eks prajurit TNI AL yang kini menjadi tentara bayaran di Rusia. Dalam video berdurasi dua menit, Satria mengaku tidak bermaksud mengkhianati negara, melainkan hanya ingin mencari nafkah.
“Dulu Pendiam, Sekarang Jadi Sorotan Dunia”
Satria lahir di Ambarawa pada 28 Juni 1986 dan menempuh pendidikan di SMK Dr. Tjipto Ambarawa, jurusan Otomotif. Menurut para guru dan tetangga, Satria dikenal sebagai sosok pendiam dan sopan.
“Dia anak yang tidak banyak bicara, tapi cukup rajin. Tidak pernah bikin masalah,” ujar seorang guru yang enggan disebut namanya.
Nama Satria mendadak mencuat ke media nasional dan internasional setelah diketahui bergabung dengan militer Rusia. Warga yang sebelumnya mengenalnya sebagai sosok biasa kini melihatnya menjadi perbincangan global.
“Kami baru tahu dari berita. Dulu dia tinggal di sini, tapi sudah lama tidak kelihatan. Sekarang jadi sorotan dunia,” kata seorang tetangga.
Baca juga: Kisah Aryya Handaru Raih Adhi Makayasa Akademi Angkatan Laut, Sempat Diragukan Menjadi yang Terbaik
Video Permohonan Pulang yang Menggugah Emosi
Dalam video yang diunggahnya, Satria menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Menteri Luar Negeri Budi Arie Setiadi.
“Saya tidak pernah mengkhianati negara sama sekali. Saya hanya berniat mencari nafkah,” kata Satria dengan suara bergetar dalam rekaman tersebut.
Ia juga menyebut tidak menyadari bahwa menandatangani kontrak dengan militer Rusia bisa membuat kewarganegaraannya dicabut.
Status Hukum Masih Menggantung
Satria Arta Kumbara diberhentikan tidak hormat dari TNI AL sejak 13 Juni 2022 karena desersi dan bergabung sebagai tentara bayaran Rusia. Hingga kini, pemerintah belum memutuskan apakah ia akan dipulangkan.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan bahwa persoalan ini harus disikapi berdasarkan prinsip hukum dan kewarganegaraan.
Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, menyebut Satria kehilangan status WNI secara otomatis karena bergabung dengan militer asing, sesuai UU No. 12 Tahun 2006. Jika ingin kembali, ia harus mengajukan permohonan pewarganegaraan.
Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Moskow masih berkomunikasi dengan Satria dan keluarganya, namun keputusan pemulangan ada di tangan Kemenkumham dan Presiden.
Warga Terbelah: Empati atau Jaga Jarak?
Di kampung halaman, sikap warga terbagi. Sebagian merasa iba, sebagian memilih berhati-hati.
“Kalau memang dia niatnya cari nafkah, ya kita doakan saja yang terbaik. Tapi soal hukum, biar negara yang urus,” ujar salah satu warga.
Ada pula yang enggan berkomentar karena takut diseret dalam kontroversi yang makin ramai.
Sekolah Tak Hapus Jejak Satria
Pihak sekolah tempat Satria menimba ilmu menegaskan tidak akan menghapus namanya dari daftar alumni.
“Kami tidak bisa menghapus sejarah. Dia pernah belajar di sini, dan itu bagian dari perjalanan hidupnya,” ujar kepala sekolah SMK Dr. Tjipto Ambarawa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Suasana-gang-rumah-eks-Marinir-Satria-Arta-Kumbara-di-Ambarawa-Semarang.jpg)