Gempa di Jabodetabek
Nonton Sinetron Saat Gempa Melanda, Kaki Fatimah Lemas hingga Dievakuasi Anak
Saat gempa berlangsung, Fatimah mengatakan, dia sedang berbaring di atas kasur sambil menonton sinetron di televisi.
TRIBUNNEWS.COM, KARAWANG - Fatimah (50) mengaku pasrah pada nasib saat gempa berkekuatan 4,9 magnitudo mengguncang rumahnya, pada Rabu (20/8/2025) malam.
Rumah Fatimah berlokasi di Jalan Jungkur, RT 12, RW 6, Desa Kutalanggeung, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Saat gempa berlangsung, Fatimah mengatakan, dia sedang berbaring di atas kasur sambil menonton sinetron di televisi.
Baca juga: Sejumlah Rumah dan Tempat Ibadah di Karawang Rusak Imbas Bencana Gempa 4,9 M
Kaki Fatimah terasa lemas hingga membuatnya tak bisa berjalan karena menyadari struktur bangunan rumahnya bergerak.
Menurutnya, saat itu terdengar gemuruh. Piala-piala milik sang putri yang dijadikan pajangan berjatuhan.
Dia kemudian menyadari ada beberapa bagian dinding rumah yang patah dan genting-genting berjatuhan dari atap.
"Ibu kan lagi tenang, lagi perhatikan televisi, nonton sinetron, kok tempat tidur sampai ancul-ancul (bergetar hingga lompat) sampai kedengaran tembok di samping itu geruduk-geruduk gitu," ucap Fatimah, saat ditemui Tribunnews.com di kediamannya, pada Kamis (21/8/2025).
Fatimah hanya berdua dengan sang putri (17). Adapun suaminya sedang menghadiri tahlilan di rumah tetangga.
Ia mengungkapkan, sang anaklah yang memaksanya untuk segera keluar dari bagian dalam rumah.
Bahkan, karena Fatimah merasa kakinya lemas hingga tak bisa digerakkan, sang anak kemudian berusaha mengevakuasinya dengan cara menyeretnya perlahan-lahan menuju ke luar.
Baca juga: Kesaksian Warga di Titik Gempa Bekasi: Tangis Anak-Anak Pecah Saat Tanah Berguncang
"Sama anak (diajak mengevakuasi diri) 'ayo mamah cepat ini rumah udah mau ambruk', ya mamah enggak bisa jalan, kata saya. Mamahnya diseret-seret sama dia. Dia juga sama lemes enggak ada tenaga," katanya.
"Yaudah itu kan ke nasib aja. Kalau belum nasibnya ya kita masih selamat. Pasrah aja," sambung Fatimah.
Setelah berhasil keluar rumah, dia menyebut, semua tetangga yang tinggal di sekitar kediamannya juga panik berhamburan untuk menyelamatkan diri.
"Dipikir ibu, udah ibu enggak bakal hidup sama anak ini ketiban rumah. Saya keluar sama anak, semua tetangga juga keluar, panik," ungkapnya.
Selanjutnya, Fatimah mengatakan, setelah gempa pertama berakhir, masih ada beberapa gempa susulan yang terasa.
Baca juga: Musala Nurul Islam di Bojongmangu Roboh Akibat Gempa Bekasi Rabu Malam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/GEMPA-BUMI-Fatimah-50-warga-terdampak-gempa.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.