Sabtu, 30 Agustus 2025

Rusuh di Sorong, Rumah Gubernur Papua Barat Daya Diserang Massa, 1 Warga Tertembak

Bentrok bermula dari unjuk rasa yang dilakukan Solidaritas Rakyat Papua Pro Demokrasi di Sorong Raya.

Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNSORONG.COM/SAFWAN ASHARI
BENTROK DI SORONG - Bentrokan terjadi antara massa dan aparat kepolisian di Komplek Yohan, Klademak, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (27/8/2025) siang. Bentrokan ini dipicu oleh rencana pemindahan empat tahanan kasus NFRPB dari Kota Sorong ke Kota Makassar. 

 

TRIBUNNEWS.COM, SORONG -  Bentrokan terjadi antara massa dengan aparat kepolisian di Komplek Yohan, Klademak, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (27/8/2025)  siang waktu Indonesia Timur.

Bentrok bermula dari unjuk rasa yang dilakukan Solidaritas Rakyat Papua Pro Demokrasi di Sorong Raya.

Massa awalnya memblokade Jalan Ahmad Yani di Kota Sorong.

Namun situasi terus memanas.

Petugas dilaporkan menggunakan tembakan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan massa. 

Namun massa membalas serangan tersebut dengan melemparkan batu dan kembang api.

Penyebab massa demo

Unjuk rasa ini digelar sebagai protes terhadap rencana pemindahan empat tahanan kasus NFRPB (Negara Federal Republik Papua Barat) yang akan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurut koordinator aksi, Simson Nauw, tindakan pemindahan tahanan  melanggar hukum karena pemindahan seharusnya hanya dilakukan jika ada bencana atau kerusuhan besar. 

"Kami kecewa Undang-undang sudah sebut kalau pindah ada alasan bencana dan rusuh besar, tapi Sorong tidak ada itu," katanya dikutip dari Tribun Sorong.

Satu warga tertembak

Seorang warga berinisial MW (22) diduga tertembak saat bentrok di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Sorong.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunSorong.com, MW sempat dilarikan ke Puskesmas Malawei.

"Kita masih dalami yang bersangkutan tertembak atau tidak," ujar Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Gatot Haribowo

Ia mengatakan aksi tersebut dilakukan oleh sejumlah massa yang dipengaruhi oleh minuman beralkohol (mabuk).

Personel kepolisian dan TNI-AD tengah melakukan pengamanan di sejumlah areal di Kota Sorong, terkait demonstrasi.

10 Orang Diamankan

Polda Papua Barat Daya mengamankan 10 orang warga terkait bentrok di Kota Sorong

Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Gatot Haribowo mengatakan bentrok tersebut terjadi akibat pengerahan massa.

"Kami masih mengecek pihak-pihak lain di lapangan," ujar Gatot.

Menurut dia, 10 orang yang diamankan ini diduga terlibat dalam bentrok massa dan perusakan di rumah pribadi Gubernur Papua Barat Daya

Pihaknya masih terus menyelidiki kejadian ini, termasuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu.

"Kami mencatat ada enam titik konsentrasi massa di Kota Sorong, antara lain di Jalan Jenderal Sudirman, Ahmad Yani, dan Kediaman Gubernur," jelas Gatot. 

Polisi akan menyelidiki aktor di balik kejadian ini karena sejumlah massa diketahui dipengaruhi minuman keras.

Rumah Gubernur Papua Barat Daya Diserang

Raut wajah Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu tampak menahan sedih,  Rabu (27/8/2025) malam.

Suaranya bergetar saat berbicara di hadapan awak media massa yang memadati kediaman pribadi di Jalan Tanjung Sele, Kilometer (KM) 8, Kota Sorong.

Aksi demo membuat rumah pribadi Elisa bahkan digeruduk massa berjumlah puluhan orang, merusak pagar hingga melempar batu dan benda keras lainnya.

“Saya prihatin. Hal-hal di luar dugaan terjadi hari ini. Ini kriminal murni, harus ditindak tegas oleh aparat karena adanya perusakan,” ujar Gubernur Elisa Kambu.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyampaikan keterangan pers menyikapi aksi massa memprotes pemindahan tahanan NFRPB ke Makassar yang berujung anarksi di kediaman pribadi, Jalan Tanjung Sele, Kilometer (KM) 8, Kota Sorong, Rabu (27/8/2025) malam.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyampaikan keterangan pers menyikapi aksi massa memprotes pemindahan tahanan NFRPB ke Makassar yang berujung anarksi di kediaman pribadi, Jalan Tanjung Sele, Kilometer (KM) 8, Kota Sorong, Rabu (27/8/2025) malam. (TRIBUNSORONG.COM/ISMAIL SALEH)

Mantan Bupati Asmat dua periode itu menceritakan detik-detik massa datang menggeruduk rumah.

Elisa mengaku dirinya bersama keluarga berkumpul di dalam rumah. 

“Puji Tuhan, kebetulan belum sempat keluar. Kami bertahan di dalam rumah,” katanya.

Gubernur asal Maybrat ini meminta aparat kepolisian segera menangkap para pelaku perusakan lalu diproses sesuai peraturan.

Masyarakat diimbau tidak terpancing isu-isu yang belum jelas kebenarannya, serta mempercayakan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

“Jangan terprovokasi dengan situasi ini. Proses hukum harus dilakukan,” ujar Elisa.

“Kami juga minta partisipasi masyarakat melalui pendekatan keluarga. Orang tua dan tokoh-tokoh agar menghimbau anak-anak supaya menghentikan aksi (anarki) ini,” katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunsorong.com dengan judul Aksi Massa di Sorong Berujung Anarkis, Gubernur Ungkap Detik-detik Kediaman Dilempari Batu: Kriminal

BREAKING NEWS: Aksi Protes Tahanan NFRPB, Massa Blokade Jalan Utama di Sorong

 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan