Minggu, 31 Agustus 2025

Program Makan Bergizi Gratis

BPOM Koordinasi dengan Badan Gizi Nasional Terkait 456 Orang Keracunan MBG di Bengkulu

Polisi menyegel dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebong, Bengkulu, setelah ratusan siswa dan guru mengalami keracunan massal

Tribun Bengkulu/Rizki Wahyudi
KERACUNAN MASSAL MBG - Suasana ramai dan panik di UGD RSUD Lebong, Bengkulu pada Rabu (27/8/2025). Puluhan siswa TK hingga SD bahkan guru diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan program MBG. Total ada 456 orang keracunan. 

​TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Hal ini merespons insiden dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lebong, Bengkulu.

Baca juga: Korban Keracunan MBG di Bengkulu Tembus 456 Orang, Dipicu Menu Pentol Bakso dan Mie

Insiden itu menimpa ratusan siswa pada Rabu (28/8/2025). Para siswa mengalami gejala pusing dan muntah.

"Kami terus berkoordinasi dengan BGN dalam kasus tersebut," kata Koordinator Humas BPOM Eka Rosmala saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (29/8/2025).

Sebelumnya BPOM menyatakan siap hadir sebagai bagian dari sistem tata kelola penanganan insiden terkait keamanan pangan. Dalam keberhasilan penanganan insiden sangat bergantung pada koordinasi, kolaborasi, dan sinergi yang solid antar instansi dan seluruh pemangku kepentingan.

BPOM mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip dasar keamanan pangan seperti menjaga kebersihan, memisahkan pangan mentah dan matang, memasak dengan benar, menyimpan makanan pada suhu aman, serta menggunakan air dan bahan baku yang aman.

SPPG Dihentikan Sementara

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut, Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang melayani para siswa tersebut dihentikan sementara untuk dilakukan evaluasi dan mencari penyebab keracunan.

Dikutip dari laman bgn.go.id, SPPG adalah unit layanan yang didirikan untuk mendukung distribusi makanan bergizi sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN)

SPPG berperan sebagai dapur umum tempat memproduksi makanan bergizi dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dadan menyatakan, prihatin atas insiden itu.

"Prihatin untuk yang sakit dan SPPG dihentikan sementara untuk pembenahan," kata Dadan.

Kasus keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini terjadi di Lebong, Provinsi Bengkulu. Jumlah yang keracunan tidak tanggung-tanggung, ada 456 orang termasuk siswa dan guru. Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani, melalui Kasubsi PIDM Humas Aipda Syaiful Anwar, membenarkan adanya penambahan jumlah korban.

Baca juga: Kepala BGN Prihatin Ratusan Siswa di Bengkulu Keracunan MBG

“Betul, kembali bertambah, sekarang sudah 456 orang totalnya, itu dari guru hingga siswa,” ujar Syaiful, Kamis(28/8). Berdasarkan data, rincian korban adalah 119 orang dirawat inap, 328 orang rawat jalan, dan 9 orang menjalani rawat mandiri di rumah. Sebagian besar korban mendapatkan penanganan di RSUD Lebong, dengan jumlah 379 siswa dan 3 guru.

Mereka tersebar di berbagai ruang perawatan, yakni:
1. Ruang Aula: 27 pasien anak
2. Ruang PICU: 74 anak
3. Ruang NICU: 1 anak
4. Ruang Radiologi: 7 anak
5. Ruang UGD: 10 anak
6. Rawat jalan: 263 pasien yang sudah dipulangkan
7. Puskesmas Muara Aman, Kecamatan Lebong Utara: 3 anak dirawat jalan, seluruhnya sudah pulang
8. Puskesmas Semelako, Kecamatan Lebong Tengah: 41 anak, terdiri dari 27 anak rawat jalan yang sudah pulang dan 14 anak hanya mengambil obat.
9. Puskesmas Lemeupit, Kecamatan Lebong Sakti: 3 anak dirawat jalan
10.Puskesmas Talang Leak, Kecamatan Bingin Kuning: 17 anak rawat jalan
11.Puskesmas Sukaraja, Kecamatan Amen: 1 guru menjalani rawat jalan

Dengan demikian, total korban dugaan keracunan massal akibat MBG di Lebong telah mencapai 456 orang dan masih dalam pemantauan kepolisian serta Dinas Kesehatan setempat. “Karena ada yang memang sebelumnya tidak dibawa ke RS, tetapi karena muncul gejala kemudian dibawa ke RSUD maupun faskes lainnya, sehingga totalnya bertambah,” tutup Syaiful.

Untuk diketahui, menu MBG yang dibagikan saat itu terdiri dari satu buah jeruk, mie tepung, empat pentol bakso, tahu goreng, serta sayur tumis jagung. Makanan tersebut diketahui dimasak pada malam sebelumnya di dapur MBG Desa Lemeupit, Kecamatan Lebong Sakti, kemudian dibagikan kepada siswa pada siang harinya.

Tak lama setelah menyantap makanan itu, para siswa mulai jatuh sakit secara bersamaan. Siswa TK hingga SD langsung menunjukkan gejala keracunan, sedangkan siswa SMP dan guru mulai merasakan gejala sejak sore harinya.

Ada pula sejumlah siswa yang tidak mengalami keracunan. Mereka memilih tidak memakan makanan tersebut karena tercium bau yang aneh. Hingga saat ini, pihak dapur MBG maupun SPPG belum dapat dimintai keterangan. Informasi yang diperoleh menyebutkan ketua dapur MBG sudah diamankan Polres Lebong untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Baca juga: Guru Tolak Perintah Pemkab Cicipi MBG Sebelum Dibagi imbas Keracunan Massal, Sekda Sleman Minta Maaf

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lebong, Fakhrurrozi, menegaskan pelaksanaan MBG tidak pernah melalui koordinasi dengan Disdikbud maupun Pemerintah Kabupaten Lebong.

Bahkan, pihaknya tidak mengetahui jadwal pembagian makanan MBG di sekolah-sekolah, termasuk menu yang akan dibagikan. "Iya, tidak pernah dikoordinasikan dengan pihak Disdikbud. Kami bahkan tidak tahu ada jadwal pembagian MBG ke sekolah-sekolah, termasuk menunya juga," ujar Fakhrurrozi.

Polisi menyegel dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebong, Bengkulu, setelah ratusan siswa dan guru mengalami keracunan massal usai menyantap makanan. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian itu.

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Mardiyono menegaskan pihaknya langsung turun tangan menyikapi peristiwa ini dan memastikan penanganan akan dilakukan secara maksimal. Polres Lebong telah menyegel dapur umum MBG yang menjadi sumber makanan. Ketua dapur sementara ini juga telah diamankan oleh penyidik untuk dimintai keterangan.

“Ya, dapur umum MBG sudah disegel, ketua dapurnya juga telah diamankan sementara, kita nanti kita tunggu hasilnya,” ujar Kapolda.
Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani, melalui Kasubsi PIDM Humas Aipda Syaiful Anwar, juga membenarkan informasi tersebut. 

Menurutnya, penutupan dapur MBG dilakukan untuk kepentingan penyelidikan hingga penyebab pasti dugaan keracunan dapat dipastikan. Pihak dapur MBG juga ada yang diamankan untuk diperiksa.

Baca juga: Terbang Pakai Heli, Gibran Sapa Panglima Jilah dan Buka Dapur MBG di Mempawah

“Untuk ketua dapur MBG diamankan sementara di Polres Lebong. Tujuannya untuk dimintai keterangan, sementara dapur ditutup sampai proses penyelidikan selesai,” jelas Aipda Syaiful.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan