Demonstrasi di Berbagai Wilayah RI
11 Kota Memanas Jumat Ini: Massa Tuntut Keadilan Tewasnya Driver Ojol, Bentrok dengan Polisi
Indonesia bergolak! 11 kota ricuh, massa bakar ban & bentrok aparat tuntut keadilan usai tewasnya driver ojol Affan Kurniawan.
Editor:
Glery Lazuardi
Massa terdiri dari mahasiswa, pelajar, pengemudi ojol, dan warga yang menuntut keadilan atas kematian Affan Kurniawan.
Aparat kepolisian menembakkan gas air mata dan water cannon untuk membubarkan massa. Massa membalas dengan lemparan batu, kayu, dan botol, menyebabkan kerusakan pada pagar, kaca gedung, dan fasilitas dalam ruangan. Mobil pelat merah dibakar, dan asap hitam mengepul di kawasan Telanaipura.
Beberapa peserta aksi mengalami sesak napas, terlihat mengoleskan pasta gigi di wajah untuk meredakan efek gas air mata.
Arus lalu lintas di sekitar lokasi terganggu, pengendara terpaksa memutar arah. Polisi menambah personel dan memperketat penjagaan di sekitar gedung dewan
Surabaya
Kerusuhan terjadi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Aksi ini berawal pada saat massa berpakaian hitam dan berjaket ojol memadati Jalan Gubernur Suryo sejak siang, membawa spanduk dan poster bertuliskan “Aparat Pembunuh Rakyat” dan “Adili Pelaku HAM Berat”.
Sekitar pukul 14.40 WIB, massa mulai melempar batu, botol, dan bom molotov ke arah pagar dan halaman gedung. Puluhan sepeda motor dan pos keamanan terbakar, asap hitam mengepul ke langit Surabaya.
Polisi membalas dengan tembakan water cannon dan gas air mata, memukul mundur massa yang mencoba merobohkan barikade kawat berduri. Seorang jurnalis lokal bernama Amar terkena serpihan gas air mata saat meliput di dekat pagar, mengalami luka di bagian mata.
Massa meneriakkan “Revolusi!” dan “Polisi Pembunuh!” sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan seperti Tanah Airku dan Butuh Tani.
Aksi ini membawa tuntutan atas kematian Affan Kurniawan dan juga tragedi Kanjuruhan, menuntut pemecatan aparat yang terlibat dan reformasi penanganan demonstrasi.
Padang
Aksi di Mapolda Sumatera Barat, Padang. Massa terdiri dari pengemudi ojek online (ojol), mahasiswa dari berbagai kampus, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sipil.
Mereka berkumpul sejak pukul 15.00 WIB di titik awal seperti Masjid Jihad UIN Imam Bonjol dan PKM FEB Universitas Andalas, lalu bergerak menuju Mapolda Sumbar.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, massa langsung menggelar aksi teatrikal dan orasi terbuka, membawa spanduk bertuliskan “Polisi Pembunuh”, “Kami Bersama Korban”, dan “Polisi Musuh Masyarakat”.
Sepanjang aksi, massa meneriakkan kata “pembunuh” ke arah aparat yang berjaga di gerbang Mapolda. Suasana memanas, namun belum terjadi bentrokan fisik.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.