Rabu, 7 Januari 2026

Demonstrasi di Berbagai Wilayah RI

Ricuh di Kota Solo: Jalan Protokol Lumpuh, Pedagang dan Massa Terjebak Asap Gas Air Mata

Sejumlah demonstran terjebak di tengah kepulan gas, ada yang jatuh tersungkur

Editor: Eko Sutriyanto
TribunSolo.com/ Anang Ma'ruf
PORAK PORANDA - Kericuhan yang terjadi dalam aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Gladak, Kota Solo, pada Jumat (29/8/2025) malam. Beberapa fasilitas tampak hancur dan tidak berfungsi. (TribunSolo.com/ Anang Ma'ruf) 

Hingga pukul 21.00 WIB, suasana masih mencekam.

Lampu kendaraan bercampur dengan kilatan lampu rotator polisi, menciptakan gambaran kota yang seperti terkepung.

Baca juga: Polisi Sebut Aksi Demo Pagi Kemarin Berjalan Kondusif

Aksi Solidaritas Berujung Ricuh

Kericuhan di Solo ini bermula dari aksi solidaritas ribuan pengemudi ojek online (ojol) terhadap kematian rekan mereka, Affan Kurniawan (21), di Jakarta.

Affan tewas setelah terlindas kendaraan taktis Brimob saat mengantar pesanan makanan, Kamis (28/8/2025) malam.

Sejak pukul 13.00 WIB, driver ojol sudah memadati Plaza Stadion Manahan.

Orasi dan aksi damai kemudian bergeser ke Bundaran Gladak hingga malam.

Namun, saat massa enggan membubarkan diri, aparat memilih menembakkan gas air mata.

Situasi Belum Kondusif

Hingga berita ini diturunkan, aparat masih berjaga ketat di kawasan Gladak dan sekitarnya.

Beberapa kelompok massa masih terlihat bertahan di ruas-ruas jalan yang lebih kecil, menolak untuk benar-benar membubarkan diri.

Belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban luka maupun kerugian material akibat kerusuhan ini.

Namun, jelas malam ini Solo tidak pernah benar-benar tidur—ia bergetar oleh teriakan, kepulan asap, dan langkah massa yang tercerai-berai. (Tribun Solo/Andreas Chris Febrianto) 

 

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Demo di Solo Ricuh hingga Malam, Massa Terdorong Gas Air Mata di Bundaran Gladak

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved