Demonstrasi di Berbagai Wilayah RI
Petugas Ambulans di Solo Mengaku Dianiaya Oknum Brimob Saat Aksi Unjuk Rasa: Saya Dihajar
Pengawal ambulans bernama Raditya Bagas mengaku dituduh oknum Brimob sebagai provokator dan lansung dipukul dan dikejar.
Editor:
Erik S
Ia menyayangkan tindakan kekerasan yang terjadi padahal dirinya hanya bertugas membantu evakuasi.
“Saya dituduh sebagai provokator dan langsung dihajar. Motor saya juga tertinggal di lokasi. Saat dicek teman saya, motornya sudah tidak ada,” tutup Raditya.
Kantor hingga Hotel Tutup Akses
Kericuhan yang melebar di kawasan Simpang Gladak jalan Slamet Riyadi Solo, Jumat (29/8/2025) malam membuat sejumlah kantor dan hotel menutup akses.
Pasalnya, massa masih mencoba menggelar aksi meski berkali-kali dipukul mundur oleh pihak kepolisian.
Akibat insiden tersebut, sejumlah pedagang yang telah membuka lapak dagangannya harus tutup lebih cepat.
Baca juga: Kapolresta Solo Pimpin Apel, Doakan Affan Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob
Warung-warung yang berada di sisi Utara Jalan Slamet Riyadi hingga Galabo pun memilih tutup lebih cepat untuk menghindari kericuhan yang terjadi.
Dari pantauan TribunSolo.com, tak hanya warung namun kantor-kantor maupun hotel yang berada di sekitar lokasi memilih menutup akses masuk.
Gapura Sekaten yang berada di sisi Utara pintu masuk Alun-alun Utara pun tak luput jadi sasaran massa.
Bahkan besi gapura digunakan oleh massa aksi untuk menutup jalan Slamet Riyadi.
Tepatnya direntangkan di depan patung Slamet Riyadi yang berada tepat di tengah simpang Gladak.
Aksi Solidaritas
Ribuan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Solo menggelar aksi solidaritas atas meninggalnya rekan mereka, Affan Kurniawan (21), yang tewas setelah dilindas mobil rantis milik Brimob pada Kamis (28/8/2025) di Jakarta.
Aksi dimulai pukul 13.00 WIB, saat para driver ojol berkumpul di Plaza Stadion Manahan Solo.
Affan disebut sedang mengantar pesanan makanan dan tidak terlibat dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di sekitar Gedung DPR RI.
Ketika kericuhan terjadi dan aparat mulai membubarkan massa, sebuah kendaraan barracuda melaju cepat di tengah kerumunan dan menabrak dua pengemudi ojol—Affan dan Moh Umar Amarudin.
Affan tewas di tempat, sementara Umar mengalami luka serius.
Penulis: Mardon Widiyanto
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Tim Medis Mengaku Dipukuli Polisi di Solo, Saat Antar Pasien di Tengah Kerusuhan Massa
dan
Ogah Risiko, Warung, Kantor hingga Hotel Sekitar Gladak Solo Tutup Akses Demi Hindari Aksi Ricuh
Sumber: TribunSolo.com
Demonstrasi di Berbagai Wilayah RI
Gedung DPRD Makassar Dikepung Api, Rapat Paripurna Bubar, Wali Kota-Anggota Dewan Selamatkan Diri |
---|
Puan Minta Maaf: DPR Belum Sepenuhnya Jalankan Tugas sebagai Wakil Rakyat |
---|
Mobil Bernopol AB 10 HBX Tebus Lautan Massa Menuju ke Mapolda DIY, Warga: Yang Punya Jogja Datang |
---|
Gedung DPRD Makassar Terbakar: 3 Staf Loncat dari Balkon, Wali Kota Dievakuasi |
---|
Kondisi Demo di Daerah: Mobil di Kantor Gubernur Jateng Dirusak, Kantor DPRD Makassar Dibakar |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.