Mushola Ambruk di Bogor
Dugaan Penyebab Mushola di Ciomas Bogor Ambruk, Akibatkan 31 Orang Luka dan Bayi Kritis
Dugaan penyebab ambruknya mushola dua lantai di Ciomas Bogor adalah struktur bangunan yang tidak kuat menahan ratusan jemaah.
Para korban, katanya, sempat dirawat di rumah sakit yang berbeda.
"Korban meninggal dunia Ibu Irni di RS Medika Dramaga, Ibu Wulan di RS PMI Kota Bogor, dan Ibu Yati di RSUD Kota Bogor," ujarnya.
Di sisi lain, Letkol Henggar mengungkapkan ada 31 orang luka akibat insiden ini. Dia sebelumnya sempat menuturkan bahwa korban tewas berjumlah dua orang.
"Sampai saat ini yang sudah terdata kurang lebih 31 orang yang sudah dievakuasi ke RSUD Kota Bogor, 2 orang dinyatakan meninggal," bebernya.
Sementara, Dirut RSUD Bogor, Ilham Chaidir, menuturkan ada bayi yang turut menjadi korban dan dalam kondisi kritis.
"Ada satu anak kecil dengan cedera kepala berat, usianya 2,5 tahun. Saat ini kondisinya kritis dan sedang menunggu asesmen dari tim bedah saraf, apakah akan ditangani di sini atau dirujuk ke rumah sakit lain," katanya.
Kesaksian Korban: Ambruknya Mushola Disertai Suara Gemuruh
Salah satu korban luka bernama Nyai (48) menuturkan mushola yang ambruk itu baru sebluan dibangun.
Dia mengatakan sebelum ambruk, dirinya merasakan bangunan bergetar.
"Kejadiannya cepat, tiba-tiba bangunan ngegeter, terus kita semua ambruk ke bawah," ucap Nyai.
Akibat insiden ini, Nyai menderita patah tulang kaki kanan.
Kesaksian serupa juga disampaikan korban lain, Koyah (65). Dia mengatakan ada suara gemuruh sebelum ambruknya mushola. Bahkan, kegiatan maulidan baru dimulai saat insiden itu terjadi.
"Baru mulai pengajian, terus marhabanan. Tiba-tiba ada suara krek krek, terus brug," ujar Koyah.
Sementara, anak Koyah, Ikbar, bangunan Majelis Taklim itu ambruk akibat tiang penahanan yang hancur.
Menurutnya, tiang tersebut terkikis akibat aliran air di bawahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Proses-Evakuasi-Mushola-di-Bogor.jpg)