Jambore Pramuka Muslim Dunia 2025, Kontingen Darul Amanah Kendal Bawa Misi Perdamaian Dunia
World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 mulai digelar sejak 9 September 2025 hingga 14 September 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur
Termasuk 13.000 dari berbagai wilayah Indonesia dan 2.000 peserta internasional dari 57 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Acara ini, yang menjadi jambore pramuka Muslim pertama di dunia, tidak hanya menandai tonggak sejarah kepramukaan Islam tetapi juga bagian dari peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, institusi pendidikan yang telah berkontribusi besar dalam pembentukan karakter generasi muda sejak 1926.
Tema utama WMSJ 2025, "We are Muslim: Civilized, United, and Peaceful", mencerminkan komitmen untuk mempromosikan peradaban damai, persatuan, dan perdamaian global melalui kegiatan kepramukaan.
Ketua Panitia WMSJ 2025, Riza Azhari Zarkasyi, menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut peserta dengan rangkaian kegiatan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam, wawasan kebangsaan, dan Asta Cita sebagaimana digagas Presiden Prabowo Subianto.
"Kami telah menyiapkan seluruh tenaga dan pikiran untuk menyambut peserta dengan semangat penuh. Acara ini memuat nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan pembangunan karakter, termasuk pendidikan, keterampilan, ketangkasan, kesenian, serta lokakarya internasional seperti Global Scout Dialogue," ujar Riza dalam keterangannya.
Malam hari akan diisi dengan Culture Night Show yang menampilkan seni budaya dari berbagai negara, termasuk penampilan artis ternama Indonesia, untuk memperkuat pertukaran budaya dan solidaritas.
Sementara itu, Dito Ariotedjo yang kala itu masih menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menyampaikan dukungan penuh pemerintah dalam audiensi pada Desember 2024, menekankan peran WMSJ sebagai wadah diplomasi internasional dan pembentukan kepemimpinan pemuda Muslim.
"Ini bukan hanya pertemuan pramuka, tapi momen memperkenalkan Indonesia sebagai tuan rumah ramah di kancah global, sambil memperkuat nilai keislaman seperti akhlak, budi pekerti, dan wawasan luas," kata Dito.
Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Asrorun Ni'am Sholeh, menambahkan bahwa kegiatan ini akan menjadi strategi diplomasi untuk mempererat persaudaraan umat Islam lintas negara.
Dukungan internasional juga datang dari World Islamic Union for Scouts and Youth (WIUSY), dengan Sekjen Zuhair Hussein Ghunaim yang optimistis terhadap kesuksesan acara ini.
"Indonesia memiliki jumlah anggota pramuka Muslim terbesar di dunia. Saya yakin WMSJ 2025 akan sukses besar," katanya saat kunjungan pada Mei 2025.
Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, alumni Gontor angkatan 1983, menilai WMSJ sebagai medium untuk melawan narasi negatif tentang Islam.
"Ajang ini membangun narasi damai dan toleran, dengan tiga nilai universal: berperadaban, bersatu, dan damai," ujarnya.
Dengan kolaborasi antara Kwarnas, Kemenpora, WIUSY, dan panitia, WMSJ 2025 diharapkan tidak hanya menjadi arena petualangan dan pembelajaran, tetapi juga syiar perdamaian yang mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.
Panitia terus mengajak alumni Gontor dan komunitas pramuka Muslim untuk berpartisipasi aktif, memastikan acara ini menjadi milestone pendidikan karakter bagi generasi muda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Peserta-Jambore-Pramuka-Muslim-Dunia-2025-foto-bersama.jpg)