Senin, 20 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Wali Murid Dukung Sekolah Tolak MBG, Cemas Program Dapur Sehat Digantikan, Wali Kota Solo Buka Suara

Orangtua murid kompak tolak tawaran sekolah terima MBG, lebih percaya dapur sehat di sekolah. Wali Kota Solo pastikan tak akan gantikan program.

Penulis: Isti Prasetya
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
MBG - Sejumlah pelajar menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) saat launching program MBG di Perguruan Muhammadiyah Antapani, Jalan Kadipaten Raya, Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (25/8/2025). Di Kota Solo, orangtua murid kompak tolak tawaran sekolah terima MBG, lebih percaya dapur sehat di sekolah. Wali Kota Solo pastikan tak akan gantikan program. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Ketua Komisi IV DPRD Solo, Sugeng Riyanto, menanggapi penolakan program MBG oleh SD Muhammadiyah 1 Ketelan.

Menurutnya, penolakan tersebut bukanlah masalah serius karena MBG bukan program wajib.

“MBG itu dari program asalnya sebenarnya ingin memberikan support pada pemenuhan gizi anak-anak sekolah. Tentu program ini tidak wajib bagi semua sekolah, apapun jenis sekolahnya. Lebih kepada pemerataan peluang makan bergizi gratis di seluruh Indonesia,” ujar Sugeng, Sabtu (27/9/2025).

Sugeng menjelaskan, sekolah yang menolak MBG umumnya sudah mapan secara finansial dan mendapat dukungan kuat dari wali murid.

Ia menilai, penolakan seperti itu justru membuka peluang bagi sekolah lain yang lebih membutuhkan.

“Kalau sekolah menganggap tidak perlu, justru bisa diberikan kepada sekolah lain dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Prinsipnya tidak ada masalah, karena Pemkot juga tidak mewajibkan,” lanjutnya.

Baca juga: Alasan SD Muhammadiyah di Solo Terang-terangan Tolak Program MBG

Namun, Sugeng memberi catatan khusus jika penolakan datang dari sekolah dengan mayoritas siswa berasal dari keluarga menengah ke bawah.

Ia menilai hal tersebut kurang bijak karena bisa menutup akses gizi bagi anak-anak kurang mampu.

“Itu kurang bijak. Karena kesempatan ini seharusnya bisa membantu mereka yang kesulitan,” tegas Sugeng.

Terkait penolakan SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Sugeng menyebut bahwa sekolah tersebut telah menjalankan program serupa selama 10 tahun terakhir.

Ia menilai langkah tersebut bisa menjadi contoh bagi sekolah lain yang tergolong mampu.

“Pilihannya terbuka. Sekolah boleh menerima, boleh juga tidak. Tapi jangan sampai keputusan itu merugikan siswa, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu,” tutup Sugeng.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo Tolak Program Makan Bergizi Gratis, Dapat Dukungan Penuh Wali Murid dan Ada Sekolah Tolak Terima Makan Bergizi Gratis, DPRD Solo: Tak Masalah Bukan Program Wajib.

(Tribunnews.com/Isti Prasetya, TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved