Radiasi Nuklir di Serang
Warga di Serang Banten Diimbau Tidak Panik Soal Radiasi Nuklir, Segera Cek Kesehatan
Paparan radiasi ini menimbulkan kekhawatiran besar, terutama karena zat Cesium-137 termasuk kategori berbahaya bagi kesehatan manusia serta lingkungan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengimbau warga di sekitar lokasi radiasi radioaktif nuklir di Kawasan Industri Cikande, Serang, Provinsi Banten tidak panik dan khawatir berlebihan, Warga diimbau segera lakukan pemeriksaan kesehatan.
Baca juga: 1.500 Orang Pekerja Pabrik Peleburan Logam di Serang Jalani Cek Kesehatan, Keluarga Ikut Diperiksa
"Radiasi tidak bisa dilihat, didengar, atau dicium, sehingga pemeriksaan kesehatan sangat penting untuk mengetahui dampaknya. Warga juga tidak perlu khawatir berlebihan, pemerintah telah melakukan dekontaminasi, pengamanan lokasi, dan penanganan medis," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman saat dihubungi Tribun, Selasa(7/10/2025).
Untuk pemeriksaan kesehatan lanjut Aji, warga bisa mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas atau fasilitas kesehatan yang ditunjuk pemerintah, jika sedang ada pelaksanaannya.
Warga juga diimbau terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yakni rajin cuci tangan, mandi setelah beraktivitas di area berisiko, konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup.
"Segera laporkan ke tenaga kesehatan bila mengalami keluhan seperti mual, muntah, lemas, atau perubahan kesehatan lain. Pantau hanya informasi resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kemenkes, Satgas, dan pemerintah daerah," kata Aji.
Diketahui sebuah pabrik peleburan logam stainless steel menjadi biang keladi penyebaran radioaktif nuklir Cesium-137. Lokasi tersebut berada di Cikande, Serang Provinsi Banten.
Dampaknya, ada sembilan orang terpapar radioaktif di sekitar wilayah tersebut. Sembilan orang yang terpapar radioaktif tersebut dalam kondisi baik dan tidak bergejala. Semuanya dirawat di rumah.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI juga sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 1.500 orang pekerja di pabrik peleburan logam stainless steel PT PMT yang menjadi biang keladi penyebaran radioaktif nuklir Cesium-137. Lokasi tersebut berada di Cikande, Serang Provinsi Banten.
Radius pemeriksaan yang dilakukan terhadap pekerja pabrik dan keluarganya sejauh 5 kilometer dari pusat paparan radiasi radioaktif Cesium-137.
Baca juga: 9 Orang di Serang Banten Positif Terpapar Radioaktif Nuklir, Kondisinya Tanpa Gejala
Diketahui wilayah Cikande, Kabupaten Serang, Banten ditetapkan sebagai daerah kejadian khusus radiasi akibat paparan zat radioaktif Cesium-137. Keputusan tersebut diumumkan setelah Satgas Penanganan Cesium-137 menemukan bukti kontaminasi pada produk ekspor berupa udang yang diekspor. Produk tersebut terdeteksi mengandung material radioaktif berbahaya.
Pemerintah juga melakukan sejumlah langkah darurat, diantaranya pencegahan masuknya kontainer terkontaminasi melalui Pelabuhan Tanjung Priok, pengangkatan sumber radiasi dari lokasi yang terpapar serta pemeriksaan intensif terhadap pabrik PT PMT di Cikande, Serang, Banten yang diduga menjadi sumber utama pencemaran.
Kemudian pendataan dan pemeriksaan terhadap 15 pemilik lapak besi bekas yang terkait kasus tersebut.
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) juga melaporkan adanya sejumlah titik baru yang terpapar radioaktif di wilayah Serang. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa pencemaran CS-137 telah menyebar dari kawasan industri di Cikande.
Paparan radiasi ini menimbulkan kekhawatiran besar, terutama karena zat Cesium-137 termasuk kategori berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan jika tidak segera ditangani.
Ada enam lokasi sumber radioaktif nuklir di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Hal tersebut ditemukan saat Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mendatangi Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten terkait udang beku radioaktif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Cikande-dan-radioaktif-Serang.jpg)