Senin, 20 April 2026

Berita Viral

Siswa SMAN 1 Cimarga Masih Mogok Sekolah, Kepsek Juga Tak Hadir

SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, masih dalam kondisi kosong tanpa kehadiran para siswa, Selasa (14/10/2025). 

TribunBanten.com/Misbahudin
MOGOK SEKOLAH- Siswa sekolah SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, hari ini kompak melakukan aksi mogok sekolah, Senin (13/10/2025). SMA Negeri 1 Cimarga masih dalam kondisi kosong tanpa kehadiran para siswa, Selasa (14/10/2025).  
Ringkasan Berita:
  • Siswa SMAN 1 Cimarga, Banten masih melakukan mogok sekolah, Selasa (14/10/2025). 
  • Siswa melakukan mogok sekolah buntut dugaan adanya penganiayaan terhadap salah satu siswa yang dilakukan oleh kepala sekolah.
  • Sebanyak 19 ruang kelas yang ada di sekolah tersebut tampak kosong, dari jumlah 634 siswa yang ada.

TRIBUNNEWS.COM - SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, masih dalam kondisi kosong tanpa kehadiran para siswa, Selasa (14/10/2025). 

Para siswa masih melakukan mogok belajar buntut dugaan adanya penganiayaan terhadap salah satu siswa yang dilakukan oleh kepala sekolah (kepsek), Dini Fitria, pada Jumat (10/10/2025).

Tidak terlihat satu orang pun siswa yang masuk belajar di SMA Negeri 1 Cimarga.

Sebanyak 19 ruang kelas yang ada di sekolah tersebut juga tampak kosong, dari jumlah 634 siswa yang ada.

Sementara itu, para guru terpantau berkumpul di ruang guru masing-masing, tanpa melakukan aktivitas pembelajaran seperti biasanya. 

"Iya, dari kemarin (Senin, 13 Oktober 2025) para siswa tidak masuk sampai hari ini," ujar salah satu guru, Dhea Najmilayali, kepada TribunBanten.com, Selasa.

Dhea menyebut, terjadinya mogok sekolah imbas kejadian pada Jumat 10 Oktober 2025.

"Mungkin buntut kejadian hari Jumat itu yah," jelasnya.

Ia mengatakan bahwa para guru tidak bisa memastikan kapan para siswa bisa masuk kembali ke sekolah. 

Akan tetapi, pihaknya sudah berupaya menginformasikan ajakan melalui grup WhatsApp.

"Tidak tahu yah, tapi kita sudah upayakan mengajak. Tapi tidak ada respons," ungkapnya.

Baca juga: Sosok Dini Pitria, Kepala SMAN 1 Cimarga Lebak Disebut Tampar Siswa karena Merokok: Saya Pukul Pelan

Lebih lanjut, dirinya berujar bahwa pada hari ini Dini Fitria tidak datang ke sekolah.

"Tidak masuk, kalau kemarin mah ada," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, siswa yang duduk di bangku kelas XII berinisial ILP (17) diduga menjadi korban kekerasan kepsek.

Dini dituding telah melakukan tindakan kekerasan terhadap salah satu anak muridnya yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat pagi, lantaran ILP kedapatan merokok di lingkungan sekolah.

Dini mengatakan, insiden itu bertepatan dengan pelaksanaan program Jumat bersih. 

Namun, pada saat dirinya berkeliling melihat seorang siswa tengah merokok di dekat warung kecil yang berada di luar pagar sekolah.

"Jumat Bersih itu bagian dari rangkaian kegiatan pembentukan karakter para siswa. Saya lihat dari jarak sekitar 20-30 meter, ada asap rokok di tangan anak itu," ucapnya dalam sebuah video yang diterima TribunBanten.com, Senin (13/10/2025). 

"Saya panggil dengan suara agak keras, karena jaraknya cukup jauh. Anak itu langsung lari," sambungnya. 

Dini menyebut, ketika dimintai keterangan ILP tak mengakui perbuatannya. Hal itu membuat dirinya sempat emosi karena merasa dibohongi.

Ia mengaku telah menampar siswanya tersebut, tetapi tidak begitu keras. 

"Saya kecewa bukan karena dia merokok, tapi karena tidak jujur. Saya spontan menegur dengan keras, bahkan sempat memukul pelan karena menahan emosi. Tapi saya tegaskan, tidak ada pemukulan keras," ujarnya.

Bukan hanya itu, Dini membantah bahwa dirinya menendang siswanya.

"Saya tidak menendang. Hanya menepuk bagian punggung, itu pun karena emosi spontan. Tidak ada luka atau bekas apa pun," ucapnya. 

Dini menyatakan bahwa warung di lokasi itu memang sudah menjadi perhatian pihak sekolah karena diduga kerap menjual rokok kepada siswa.

"Kami sudah pernah mengingatkan pemilik warung, agar tidak menjual rokok. Bahkan kami buat kesepakatan, kalau masih ketahuan, kantinnya akan kami tutup sementara," ungkapnya.

Ia berharap insiden itu bisa menjadi pembelajaran agar lebih berhati-hati dan menjaga komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua.

"Kami di sekolah berupaya membentuk karakter anak, bukan merusak. Kalau ada kekeliruan dalam cara saya menegur, tentu akan saya evaluasi," pungkasnya. 

Pengakuan Korban

Korban mengaku, kejadian berawal saat dirinya merokok di belakang warung yang berada di sekitar sekolah. Di situ ia bertemu dengan kepsek yang langsung menegurnya.

“Saya kaget waktu ketemu kepsek. Rokok langsung saya buang, tapi disuruh nyari lagi sama kepala sekolah,” jelasnya melalui sambungan telepon, Sabtu (11/10/2025).

"Enggak ketemu-ketemu, lalu kepsek bilang saya bohong. Terus beliau marah, nendang saya di bagian punggung, terus nampol saya di pipi kanan,” sambungnya.

ILP mengaku tak hanya mengalami kekerasan fisik, tetapi juga dimaki dengan kata-kata kasar ketika peristiwa itu terjadi.

“Kepsek bilang g****k, a****g, terus nyuruh saya nyari rokok lagi, padahal udah enggak ada,” ujarnya.

Setelah itu, ILP kemudian dibawa ke ruang sekolah dan kembali dimarahi di hadapan beberapa guru.

“Beliau masih marah-marah, bilang kami enggak menghargai, dan katanya baru pertama kali marah sampai seperti itu,” paparnya.

(Tribunnews.com/Deni)(TribunBanten.com/Misbahudin)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved