Sabtu, 18 April 2026

Pengusaha Sawit Diperas Mahasiswi dan Pacarnya Rp 1,6 M, Modus Rekam Video Asusila

Tergoda kecantikan mahasiswi, pengusaha sawit di Riau diperas hingga Rp1,6 miliar lewat modus video call seks. Dua pelaku ditangkap polisi.

Editor: Glery Lazuardi
dok serambi
PEMERASAN - Mahasiswi cantik asal Kampar bersama kekasihnya ditangkap Polda Riau setelah memeras pengusaha sawit hingga Rp1,6 miliar dengan modus video call seks. 

Agar Tak Menjadi Korban

Berikut ini beberapa langkah dapat dilakukan agar masyarakat tidak menjadi korban kejahatan pemerasan dengan modus video call WhatsApp, antara lain:

1. Jangan angkat panggilan video dari nomor tak dikenal

Pratama mengatakan, tips pertama menghindari penipuan adalah jangan angkat panggilan video dari orang atau nomor yang tidak dikenal.

Masyarakat juga dapat menyalakan fitur "Bisukan Penelepon Tidak Dikenal" pada aplikasi WhatsApp.

Caranya, masuk ke menu "Pengaturan", pilih "Privasi", dan klik "Panggilan".

Kemudian, pilih "Bisukan Penelepon Tidak Dikenal" untuk mengaktifkan fitur ini.

Sebagai tambahan, Pratama menyarankan menggunakan aplikasi untuk mengidentifikasi nomor tidak dikenal, seperti Getcontact dan Truecaller.

2. Jangan membayar tebusan

Jika terlanjur mengangkat panggilan video, selanjutnya pelaku akan mengirimkan hasil tangkapan layar untuk memeras korban.

Ketika hal tersebut terjadi, pihaknya menyarankan agar korban tidak menuruti permintaan pelaku. 

"Jangan membayar tebusan kepada pemeras karena tidak akan menjamin screenshot tersebut tidak akan disebarkan," kata Pratama.

Sebaliknya, sekali dibayar, pelaku akan terus meminta uang kepada korban dengan dalih yang sama.

3. Ganti username dan profil media sosial

Cara ketiga, jika sudah tersebar, korban dapat berdalih bahwa foto tersebut merupakan editan atau hasil penipuan orang tidak dikenal.

"Segera blokir atau buat privat serta mengganti username dan profil akun media sosial untuk sementara," kata dia.

Dia menambahkan, cara ini dapat mencegah foto disebarkan dan dikaitkan dengan media sosial korban. Selanjutnya, korban dapat melaporkan ke pihak berwajib agar kasus ini dapat ditindaklanjuti.

Nah, itulah cara untuk mencegah menjadi korban dugaan penipuan dan pemerasan dengan modus video call seks. 


Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved