Berita Viral
Sempat Ngeyel, Pria yang Dorong Lurah di Medan Kini Minta Maaf, Mawardi: Tak Bermaksud Begitu
Ardi yang awalnya sempat ngeyel tak mau minta maaf dan merasa bersalah karena telah mendorong lurah hingga masuk got akhirnya mengakui kesalahannya
Ringkasan Berita:
- Mawardi yang dorong Lurah Perintis akhirnya minta maaf dan sesali perbuatannya
- Ia mengaku emosi karena polisi tidur di depan rumahnya dicopot
- Polisi tidur tersebut dipasang supaya anak dan cucunya aman bermain di depan rumah
TRIBUNNEWS.COM - Mawardi alias Ardi (61), pria yang dorong Lurah Perintis, Medan Timur, Kota Medan, Sumatra Utara akhirnya minta maaf setelah memakai 'seragam' tahanan.
Ardi sebelumnya viral di media sosial karena mendorong Muhammad Fadli, Lurah Kecamatan Perintis hingga korban masuk terjerembab ke dalam got.
Kejadian tersebut pun terekam dalam sejumlah video yang diunggah oleh sejumlah akun media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi saat Fadli tengah melakukan penertiban polisi tidur di Lingkungan I, Jl. Madukoro, Kelurahan Perintis.
Keduanya sempat dimediasi oleh polisi, tapi Mawardi tetap teguh dengan pendiriannya dengan tak mengakui kesalahannya dan menolak minta maaf.
Kini, setelah memakai baju tahanan dan tangan diborgol, Mawardi alias Ardi akhirnya minta maaf.
Ia mengaku khilaf melakukan hal tersebut kepada Fadli.
"Saya tidak bermaksud begitu, saya khilaf dan mohon maaf karena emosi memuncak," ujarnya, dikutip dari TribunMedan.com.
Namun, Ardi mengaku bahwa ia terlebih dulu dipiting oleh lurah, bahkan ia mengaku hal tersebut disaksikan oleh cucunya.
Ardi yang sudah jadi tersangka pun berulang kali menyatakan penyesalannya.
"Saya mohon maaf, saya khilaf, dan berharap pak lurah memaafkan saya," ujarnya.
Baca juga: Pria yang Dorong Lurah di Medan hingga Masuk Got Terancam Penjara, Dua Pihak Enggan Damai
Ia mengaku marah karena polisi tidur yang dipasang di depan rumahnya dicabut oleh pihak kelurahan.
Ardi merasa keberatan karena polisi tidur tersebut dipasang demi keselamatan anak dan cucunya yang sering bermain di depan rumah.
Ia merasa banyak kendaraan yang ngebut saat melewati rumahnya, sehingga ia memasang polisi tidur untuk mengurangi risiko kecelakaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Mawardi-61-ditetapkan-sebagai-tersangka-dalam-kasus-penyerangan.jpg)