Wanita 40 Tahun Tewas Ditikam di Yahukimo, Satgas Duga Aksi Sadis Berkaitan dengan KKB
Warga Yahukimo tewas ditikam Sabtu malam, diduga ulah KKB. Aparat selidiki pelaku dan tingkatkan patroli keamanan.
TRIBUNNEWS.COM, PAPUA PEGUNUNGAN - Seorang warga sipil bernama Anhy Armyanti (40) ditemukan tewas usai ditikam dan dianiaya di Jalan Sosial, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Sabtu (18/10/2025) malam.
Korban diduga dianiaya oleh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ataupun simpatisannya yang berusaha memicu keresahan di wilayah Yahukimo.
KKB adalah singkatan dari Kelompok Kriminal Bersenjata, yaitu kelompok bersenjata di Papua yang menuntut kemerdekaan atau otonomi luas.
Mereka menyerang warga sipil untuk menebar teror, memicu ketakutan, dan menarik perhatian terhadap agenda politik mereka.
KKB adalah sebutan resmi pemerintah Indonesia untuk kelompok separatis bersenjata di Papua, termasuk simpatisan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Mereka dikenal melakukan aksi kekerasan terhadap aparat keamanan, warga sipil, dan fasilitas publik. KKB sering beroperasi di wilayah pegunungan dan hutan Papua, seperti Nduga, Intan Jaya, Yahukimo, dan Nabire.
Tujuan utama KKB menuntut kemerdekaan Papua dari Indonesia.
Menolak kehadiran aparat TNI/Polri di wilayah Papua. Mengontrol sumber daya alam seperti tambang dan hutan. Menuntut keadilan atas pelanggaran HAM yang mereka klaim terjadi di masa lalu. Menegaskan identitas dan budaya lokal yang mereka anggap terpinggirkan.
KKB menyerang warga sipil adalah cara untuk menciptakan ketakutan dan ketidakstabilan di daerah operasi mereka. Serangan terhadap warga sipil sering kali bertujuan memancing respons militer yang bisa mereka gunakan sebagai propaganda.
Beberapa warga sipil diserang karena dianggap bekerja sama dengan aparat atau menolak mendukung gerakan separatis.
"Kami berduka atas meninggalnya saudari Anhy Armyanti. Tindakan keji ini tidak bisa ditoleransi," kata Kepala Ops Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramdhani dalam keterangannya, Minggu (19/10/2025).
Penemuan jenazah korban diketahui saat anggota Polres Yahukimo menerima laporan melalui handy talki (HT).
Setelahnya, tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz bersama personel Polres Yahukimo segera merespons dan bergerak menuju lokasi kejadian.
Saat itu, korban langsung dievakuasi ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Namun, nyawa korban tak tertolong akibat luka yang dialaminnya karena penganiayaan yang diterimanya tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-penganiayaan-56.jpg)