Minggu, 10 Mei 2026

Pengakuan Pengendara Mobil yang Tembak Mati Warga di Sumsel Karena Kesal Dihalangi Saat Antre BBM

Keributan bermula saat Dwi, sopir angkutan desa terlibat cek-cok dengan pelaku saat mengantre BBM di SPBU Limau, Banyuasin. 

Tayang:
Editor: Erik S
Tribunsumsel.com/ M. Ardiansyah
PELAKU PENEMBAKAN - Pelaku Hadi saat menjawab pertanyaan Kapolres Banyuasin AKBP Ruri Prastowo terkait kronologis kejadian penembakan yang dilakukannya, Rabu (22/10/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, BANYUASIN -  Obirta, seorang warga di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan (Sumsel) tewas ditembak pengendara mobil, Selasa (21/10/2025). Obirta tewas dengan luka tembak di bagian perut, paha dan dengkul saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Adik Obirta, bernama Beta juga ditembak. Beta kini masih dirawat di rumah sakit.

Penembakan tersebut berawal kedua korban hendak membela temannya bernama Dwi, sopir angkutan yang terlibat keributan dengan pengendara mobil bernama Hadi Siswanto (32).

Baca juga: Gegara Antre BBM SPBU, Pemobil Tembak Mati Sopir Angkot di Banyuasin Sumsel

Keributan terjadi di pinggir jalan Desa Tanjung Agung, Kecamatan Banyuasin III, Sumsel

Keributan bermula saat Dwi, sopir angkutan desa terlibat cek-cok dengan pelaku saat mengantre BBM di SPBU Limau, Banyuasin. 

Berawal saat sopir angkot yang sedang mengantre solar di SPBU tiba-tiba diserobot mobil Innova Nopol BG 1719. 

Karena antreannya diserobot, sopir angkot bernama Dwi menegur pengemudi mobil Innova Nopol BG 1719.

Tak senang ditegur meski sudah menerobos antrean, pengemudi Innova BG 1719 marah kepada Dwi.

Sempat terjadi keributan antara Dwi dan pengemudi mobil Innova BG 1719, namun dipisah pengemudi lain yang juga sedang mengantre solar.

"Semalam ada yang kena tembak, katanya gara-gara antrean solar," kata warga sekitar yang enggan menyebutkan namanya, Rabu (22/10/2025).

Akan tetapi, keributan tidak selesai sampai disitu. Sopir angkot yakni Dwi, melanjutkan perjalanan untuk mencari penumpang. 

Merasa tidak senang dengan sopir angkot, pengemudi mobil Innova BG 1719, mengejar sopir angkot. 

Ketika itu, pengemudi mobil Innova bertemu sopir angkot di Desa Tanjung Agung. Sopir mobil Innova bersama dua penumoang lainnya, langsung menganiaya Dwi. 

Merasa kalah jumlah, Dwi menghubungi temannya Obirta dan Beta. Obirta yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian,  datang bersama adiknya Beta, dengan mengendarai motor Honda Bleet BG 4790 JO. 

Saat Obirta dan Beta tiba sudah terjadi perkelahian. Melihat Dwi dikeroyok, Obirta dan Beta berupaya membantu Dwi.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved