Kamis, 30 April 2026

Inklusi di Ujung Jalan, Kisah Jaminan Asuransi Penyelamat Korban Kecelakaan

Kisah Rachmad Budi menjadi pelajaran berharga, di mana asuransi keselamatan bisa menjadi penyelamat sekaligus menyiapkan finansial ke depan

Tayang: | Diperbarui:
HO/AI Chat GPT
ILUSTRASI KECELAKAAN - Gambar ini diolah dengan menggunakan AI pada Senin (8/9/2025). 

Kepala Perwakilan Jasa Raharja Surakarta, Gunawan, menjelaskan, Jasa Raharja ikut berperan dalam memberikan santunan dan bantuan medis bagi korban kecelakaan lalu lintas. Hal ini  secara langsung mencerminkan esensi inklusi keuangan di Indonesia.

"Jasa Raharja, sebagai pelaksana asuransi sosial wajib, menjadi pilar utama karena menyediakan perlindungan finansial dasar tanpa premi pribadi, hanya melalui SWDKLLJ dari pajak kendaraan dan IWKPU," tegas Gunawan ketika berbincang pada Selasa (21/10/2025). 

Ia menambahkan, bantuan yang diberikan bukan sekadar bantuan reaktif pasca-kecelakaan, melainkan fondasi untuk perlindungan finansial masa depan yang mencegah jebakan kemiskinan jangka panjang.

Berdasarkan data yang disampaikan, pada Januari-September 2025, Jasa Raharja menyalurkan Rp2,4 triliun kepada 117.342 korban, menjangkau 80 persen dari segmen unbanked yang jarang mengakses asuransi swasta.

"Integrasi dengan BPJS Kesehatan, seperti kekurangan biaya agar tak ditanggung korban kecelakaan bisa ditopang BPJS, menciptakan ekosistem keuangan terintegrasi, mengurangi beban out-of-pocket hingga 70?gi keluarga miskin," papar Gunawan.

Data Jasa Raharja penyaluran santunan 2025
PENYALURAN SANTUNAN - Data Jasa Raharja penyaluran santunan 2025. GRAFIS TRIBUNNEWS. Sumber: Jasa Raharja

Peran Strategis

Sebagai bagian dari Indonesia Financial Group (IFG) Holding BUMN Keuangan, Jasa Raharja tidak hanya fokus pada KLL tapi memperluas peran ke inklusi holistik.

Pada Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, JR aktif berpartisipasi melalui sosialisasi di Bengkulu dan Lombok Barat, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis dan relaksasi pajak kendaraan bermotor—program yang meringankan beban finansial korban potensial KLL.

Kegiatan ini, seperti yang digelar di Puncak BIK Provinsi Bengkulu pada Oktober 2025, menekankan edukasi tentang SWDKLLJ sebagai "asuransi rakyat" yang murah (Rp5.000-10.000 per kendaraan/tahun), sehingga masyarakat menengah ke bawah melihat asuransi sebagai kebutuhan, bukan kemewahan.

Lebih lanjut, melalui Jasaraharja Putera (anak perusahaan), Jasa Raharjamemperkuat sinergi industri asuransi di The Forum 2025, mendorong riset kebijakan untuk inklusi asuransi nasional.

Ini selaras dengan program SPRINT (Safety Prevention and Rehabilitation Initiative), di mana rehabilitasi vokasi bagi korban cacat membangun kesiapan finansial pensiun dan mental, sebagaimana disosialisasikan Jasa Raharja di acara pensiun karyawan.

Tingkat inklusi asuransi KLL mencapai 95 persen nasional pada 2025, berkontribusi pada target OJK: 90 persen masyarakat terlindungi layanan keuangan dasar.

Terkait dengan perlindungan finansial masa depan, santunan Jasa Raharjamencegah spiral kemiskinan seperti membebaskan keluarga dari utang medis, sementara program Simpatik (edukasi keselamatan) mengurangi KLL hingga 10 persen tahunan, menghemat biaya sosial Rp1,5 triliun per tahun. 

Seperti kata Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan A. Purba, di BIK 2025, pihaknya menjadikan asuransi sebagai kebutuhan hidup modern.

"Tujuannya agar tak ada yang tertinggal di balik roda kehidupan," paparnya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved