Jumat, 1 Mei 2026

Inklusi di Ujung Jalan, Kisah Jaminan Asuransi Penyelamat Korban Kecelakaan

Kisah Rachmad Budi menjadi pelajaran berharga, di mana asuransi keselamatan bisa menjadi penyelamat sekaligus menyiapkan finansial ke depan

Tayang: | Diperbarui:
HO/AI Chat GPT
ILUSTRASI KECELAKAAN - Gambar ini diolah dengan menggunakan AI pada Senin (8/9/2025). 

Tiga Pilar Strategis IFG Life

PT IFG Life, sebagai bagian dari Indonesia Financial Group (IFG) Holding BUMN di sektor asuransi, memainkan peran sentral dalam mendorong inklusi keuangan nasional.

Inklusi keuangan di sini merujuk pada upaya memastikan akses layanan asuransi yang terjangkau, transparan, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya segmen menengah ke bawah, generasi muda, UMKM, dan komunitas pedesaan yang sering kali underserved.

Strategi IFG Life selaras dengan Strategi Nasional Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025-2029, yang menargetkan 90 persen masyarakat terlindungi layanan keuangan dasar.

Pada 2025, IFG Life menerapkan inklusi melalui tiga pilar utama: edukasi (literasi via event dan app), produk terjangkau (syariah dan LifeSAVER), serta sinergi (dengan Jasa Raharja/BPJS untuk cover komprehensif).

Pilar-pilar ini dirancang untuk tidak hanya melindungi dari risiko saat ini, tetapi juga membangun ketahanan finansial masa depan, seperti pencegahan kemiskinan pasca-kecelakaan atau pensiun sejahtera.

1. Pilar Edukasi: Literasi via Event dan App

IFG Life menjadikan edukasi sebagai fondasi inklusi dengan mengintegrasikan literasi asuransi ke dalam kegiatan interaktif dan platform digital, bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya proteksi finansial.

Strategi ini menargetkan indeks literasi asuransi nasional yang saat ini berada di sekitar 50-60% (data OJK 2025), dengan fokus pada generasi muda dan keluarga berpenghasilan rendah.

2. Pilar Produk Terjangkau: Syariah dan LifeSAVER

Untuk mengatasi hambatan akses akibat premi mahal, IFG Life mengembangkan produk asuransi dengan premi rendah dan prinsip inklusif, menargetkan 50 juta masyarakat unbanked.

Fokus pada varian syariah dan produk spesifik seperti LifeSAVER memastikan proteksi dasar bagi aktivitas sehari-hari.

Produk Syariah: Pada 24 September 2025, IFG Life merilis edukasi tentang perbedaan asuransi syariah vs. konvensional, menekankan prinsip tabarru' (gotong royong) yang membuatnya terjangkau bagi umat Muslim (sekitar 87% populasi Indonesia).

Produk syariah IFG Life berbasis ta’awun (bantuan mutual), di mana dana peserta dikelola secara transparan sesuai fatwa DSN-MUI, tanpa unsur riba atau gharar.

Premi mulai dari Rp50.000/bulan untuk cover jiwa dasar, dengan investasi hanya di instrumen halal.

Ini mendukung pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia yang diproyeksikan mencapai Rp3.000 triliun pada 2025, sambil memberikan perlindungan dari risiko finansial seperti kematian atau cacat tanpa beban etis.

LifeSAVER: Diluncurkan sebagai produk unggulan pada 17 Oktober 2025, LifeSAVER adalah asuransi perjalanan dan olahraga dengan premi hanya Rp49.000/bulan—setara harga kopi harian.

Produk ini mencakup cedera fisik (Rp200.000–Rp50 juta untuk rawat inap/jalan), kematian/ cacat permanen (full policy), dan risiko outdoor seperti dehidrasi atau dislokasi pada aktivitas bersepeda, hiking, atau maraton. 

Produk ini dirancang modular, memungkinkan penyesuaian cover sesuai anggaran, sehingga inklusif bagi pekerja informal atau mahasiswa.

3. Pilar Sinergi

IFG Life memperkuat inklusi melalui kolaborasi ekosistem, di mana asuransi jiwa dikombinasikan dengan program sosial negara untuk cover holistik.

Meskipun rilis 2025 lebih menekankan sinergi internal IFG, kerjasama dengan Jasa Raharja (JR) dan BPJS Kesehatan memastikan transisi mulus dari santunan KLL ke proteksi jangka panjang.

Sinergi dengan Jasa Raharja: Sebagai bagian IFG, IFG Life terintegrasi dengan JR untuk melengkapi santunan KLL (Rp50 juta kematian/cacat) dengan asuransi jiwa tambahan. 

Sinergi dengan BPJS Kesehatan: IFG Life berkolaborasi via Mandiri InHealth (anak IFG) untuk cover tambahan pasca-BPJS, seperti biaya HCU melebihi Rp20 juta yang ditopang JR.

Pada event IFG One Fine Day, booth bersama BPJS edukasi integrasi klaim, memastikan zero out-of-pocket untuk keluarga miskin. Ini mencakup produk hybrid syariah yang link dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Sinergi ini difasilitasi platform One by IFG, memungkinkan klaim lintas-institusi dalam 7 hari.

Gedung IFG Life
Gedung IFG Life (ifg-life.id)

Klaim IFG Life

PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) mencatatkan hasil gemilang sepanjang Januari–September 2025, dengan premi konsolidasi mencapai Rp3,74 triliun—meningkat 4,5% atau Rp165 miliar dari Rp3,58 triliun pada periode serupa tahun lalu.

Pertumbuhan ini melampaui rata-rata industri asuransi sebesar 3,6% (berdasarkan data AAJI Agustus 2025), mencerminkan kepercayaan masyarakat yang semakin kuat terhadap produk dan layanan perusahaan.

Prioritas utama IFG Life tetap pada pemenuhan hak nasabah, di mana sejak berdiri pada Oktober 2020 hingga September 2025, perusahaan telah membayarkan klaim lebih dari Rp22,5 triliun kepada lebih dari 450.000 peserta, menegaskan dedikasi dalam menjaga kepercayaan publik.

Meski mengalami kerugian setelah pajak sebesar Rp119 miliar pada periode tersebut, secara keseluruhan IFG Life tetap solid dengan laba komprehensif Rp465,4 miliar.

Ekuitas perusahaan mencapai Rp5,96 triliun, jauh melebihi batas minimum OJK yakni Rp500 miliar (2026) dan Rp1 triliun (2028).

Dukungan ini diperkuat Rasio Kecukupan Modal (RBC) sebesar 214,97%, berlipat ganda dari ambang batas minimum 120% OJK, yang menunjukkan fondasi keuangan yang kokoh.

Ke depan, IFG Life berkomitmen mempertahankan aset terbesar berupa kepercayaan nasabah melalui tata kelola yang prima, kehati-hatian bisnis, serta pembayaran klaim yang tepat dan andal.

(*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved