Gundah Surjani Warga Miskin Demak Jadi Sukacita, Buah Kesabaran dan Tekun Berdoa
Sujarni, warga Dusun Jragung, Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Demak, Jawa Tengah, hidup dalam garis kemiskinan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sujarni, warga Dusun Jragung, Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Demak, Jawa Tengah, hidup dalam garis kemiskinan.
Ia tinggal bersama anggota keluarga, termasuk anak, menantu, dan cucunya, dalam sebuah rumah berdinding kayu yang dipaku seadanya.
Kondisinya sangat tidak layak untuk ditinggali. Di musim kemarau, berada di dalam rumahnya terasa sangat panas.
Sementara di musim hujan, situasinya juga tidak lebih baik.
“Kalau hujannya kencang, angin dan air masuk ke rumah. Bahkan, dinding dari kayu sudah jebol, jadinya sering banyak nyamuk," ucap Surjani di Balai Desa Jragung, pada tengah pekan ini.
Bahkan situasi tersebut membuat kondisi kesehatan cucunya drop.
"Cucu saya juga pernah kejang-kejang karena kedinginan," sambungnya.
Dari dulu, Sujarni selalu berdoa agar bisa merenovasi rumahnya, sehingga keluarganya hidup lebih nyaman, terlindung dari hujan angin dan terik matahari.
"Tapi kami tidak punya biaya karena pekerjaan saya hanya asisten rumah tangga,” tutur Sujarni.
Buah kesabaran dan ketekunannya berdoa membuahkan hasil. Namanya masuk sebagai penerima program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang digagas Djarum.
"Ketika dapat kabar rumah mau diperbaiki, rasanya senang sekali, alhamdulillah. Sekarang kami punya rumah yang layak dan nyaman. Terima kasih," ujar Sujarni.
Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Akhmad Sugiharto, mengapresiasi program tersebut, karena membantu pemerintah daerah mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
Ia berharap, program ini menjadi dorongan semangat bagi para warga agar selalu optimistis menjalani kehidupan sehari-hari dan semakin produktif demi meraih kualitas kehidupan yang lebih baik.
“Ini merupakan merupakan bentuk nyata kolaborasi sektor swasta dan pemerintah daerah demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Semoga, bantuan ini dirasakan manfaatnya, tidak hanya bagi warga yang rumahnya direnovasi, tapi juga lingkungan di sekitarnya,” ujar Akhmad Sugiharto.
Melalui program RSLH di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sebanyak 10 rumah warga direnovasi atau dibangun ulang dengan total biaya mencapai Rp 600 juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-rumah-tak-layak-huni.jpg)