Polisi Tewas di NTB
Kronologi Brigadir Nurhadi Tewas Dianiaya Atasan, Dipukul Ipda Haris Lalu Dipiting Kompol Yogi
Terungkap kronologi lengkap kasus pembunuhan Brigadir Nurhadi di Villa Tekek Lombok Utara NTB. Korban dianiaya Kompol Yogi dan Ipda Haris
Aris kemudian mendorong Nurhadi dan memukulnya menggunakan tangan kiri sebanyak empat kali.
Satu jari tangan kiri Ipda Haris diketahui menggunakan cincin.
Hal itu yang menyebabkan adanya bekas luka pada wajah Brigadir Nurhadi.
Kompol Yogi Piting Brigadir Nurhadi Hingga Tewas
Selanjutnya sekira pukul 20:30 Wita, Kompol Yogi terbangun dari tidurnya karena merasa pusing akibat mengonsumsi minuman keras dan narkoba.
Di saat bersamaan, dia melihat Misri bersama Nurhadi masih di sekitar kolam renang villa.
Misri merupakan teman kencan Yogi dengan biaya Rp 10 juta per malam.
Hal itu membuat Kompol Yogi cemburu.
"Melihat itu, Yogi yang masih di bawah pengaruh minuman keras, pil riklona dan pil ekstasi merasa curiga, marah terhadap kelakuan korban sebagai bawahan sehingga Yogi memiting korban menggunakan tangan kanan," ucap Budi.
Saat memiting, Yogi mengunci tubuh Nurhadi yang kesakitan.
Nurhadi memberontak dan merangkak untuk melepaskan pitingan sehingga mengakibatkan luka di sejumlah bagian tubuhnya.
"Setelah korban menjadi lemas, tidak berdaya dan hilang kesadaran, kemudian Yogi melepas pitingannya tersebut sambil mendorong tubuh korban ke dalam kolam," kata Budi.
Setelah mendorong tubuh korban ke kolam, Yogi kemudian duduk di kursi yang ada di pinggir kolam sambil menikmati sebatang rokok.
Selanjutnya Yogi melompat ke kolam untuk menyelamatkan korban.
Nurhadi lalu diangkat ke pinggir kolam untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, korban tidak memberikan respons.
Misri kemudian meminta Yogi untuk menghubungi Aris yang menginap di hotel lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kompol-Made-Yogi-Purusa-Utama-kiri-dan-Ipda-Aris-Candra.jpg)