Sosok Kusyanto, Guru di Tegal yang Ditemukan Tewas Dibunuh Sehari sebelum Hari Guru
Kusyanto (46), seorang guru di SDN Kalinyamatwetan 03 Kota Tegal, Jawa Tengah, ditemukan tewas di hutan sehari sebelum Hari Guru 2025.
Ringkasan Berita:
- Guru di Tegal yang bernama Kusyanto ditemukan tewas di hutan.
- Kusyanto diduga menjadi korban pembunuhan dan perampokan.
- Kematian Kusyanto terjadi sehari sebelum peringatan Hari Guru.
TRIBUNNEWS.COM - Kabar duka dari kalangan pendidik mewarnai perayaan Hari Guru hari ini, Selasa, 25 November 2025.
Kusyanto (46), seorang guru di SDN Kalinyamatwetan 03 Kota Tegal, Jawa Tengah, ditemukan tewas di Hutan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sehari sebelum Hari Guru 2025. Pada tubuhnya ditemukan luka bekas jeratan.
Dia kehilangan nyawa ketika bekerja sambilan sebagai sopir taksi online. Mobilnya yang bertipe Honda Brio abu-abu dengan pelat nomor G 1532 MN hilang dan diduga dibawa kabur oleh pembunuh korban.
Luthfi Andri (45), kakak ipar korban, menyebut Kusyanto sudah puluhan tahun mengabdi sebagai guru. Akan tetapi, dia baru diangkat sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada tahun 2021.
Istri Kusyanto, Lusi Erfina Novianti (40), juga seorang guru aparatur sipil negara (ASN) yang mengajar di SD Negeri Randugunting 06 Kota Tegal.
"Almarhum meninggalkan dua anak. Pertama, perempuan kelas 10 SMA dan yang kedua adalah laki-laki kelas 1 SMP," kata Luthfi, Selasa, dikutip dari Tribun Jateng.
Sosok Kusyanto
Luthfi menceritakan sosok adik iparnya yang bernasib tragis itu. Menurut Luthfi, Kusyanto adalah seorang pria yang ulet dan rajin mencari penghasilan tambahan dengan bekerja sambilan.
Selain mengajar di sekolah, Kusyanto menjadi sopir taksi online sejak tiga tahun belakangan. Di samping itu, dia juga beternak burung secara kecil-kecilan.
"Nge-Grab baru sekira tiga tahun. Mungkin untuk membantu biaya pendidikan anak-anaknya," kata Luthfi.
Indra (49), tetangga korban, juga buka suara mengenai sosok Kusyanto yang sudah dikenalnya sejak tahun 2000.
Baca juga: Hari Guru Nasional, Ketua DPR Harap Sekolah Bisa jadi Ruang Aman di Tengah Maraknya Kasus Bullying
Menurut Indra, Kusyanto adalah seorang pekerja keras dan berjiwa gotong royong. Di samping itu, korban memang dikenal tidak banyak bicara.
"Saya kenal dia sudah guru, awalnya honorer. Lalu kerja sambilan ojek online lima tahun, lalu taksi online tiga tahun terakhir," kata Indra.
Kepala SDN Kalinyamatwetan 03 Nur Hikmah mengonfirmasi bahwa Kusyanto sudah puluhan tahun mengabdi sebagai guru honorer. Saat itu korban mengajar di wilayah Kecamatan Margadana.
"Dia baik, menjalankan tugas sesuai tupoksinya. Tidak pernah bolos. Dia kerja sebagai driver saat di luar jam kedinasan," kata Nur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kusyanto-guru-di-Tegal.jpg)