Selasa, 21 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Bencana Longsor di Sibolga Sumut: 5 Warga Tewas, 17 Rumah Rusak

Lima orang meninggal dunia akibat bencana alam tanah longsor di Kota Sibolga, Sumatra Utara (Sumut) sejak Selasa (25/11/2025).

Editor: Erik S
BRIN/HO Basarnas
BANJIR SIBOLGA - Operasi SAR untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Aek Muara Pinang, Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Selasa 25 November 2025 dini hari. (HO/BASARNAS) 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN- Lima orang meninggal dunia akibat bencana alam tanah longsor di Kota Sibolga, Sumatra Utara (Sumut) sejak Selasa (25/11/2025).

Kemudian, sebanyak 4 orang warga dilaporkan hilang diduga tertimbun material longsor.

"4 orang hilang atau dalam pencarian, 5 meninggal dunia dan 3 orang luka-luka,"kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Rabu (26/11/2025).

Baca juga: Pos SAR Sibolga Dibantu 14 ABK KN SAR Nakula Evakuasi Warga Terdampak Banjir

Ferry mengatakan, bencana alam longsor yang terjadi di Sibolga kemarin ada 5 titik.

Selain menelan korban jiwa dan luka, sebanyak 17 rumah dilaporkan rusak dengan rincian 8 rusak berat.

Selain itu, jaringan listrik dan telepon masih terganggu akibat bangunannya hancur.

Sampai saat ini Polisi dan tim gabungan berjibaku di lokasi mulai dari evakuasi korban, membersihkan material dan sebagainya.

"Kami melanjutkan pencarian bersama BPBD / stake holder kepada korban yang belum ditemukan. Melaksanakan koordinasi dengan Pemda setempat untuk menyediakan tempat pengungsian bagi warga terdampak bencana alam."

Kesusahan Jaringan Komunikasi Akibat Bencana Alam, Polda Sumut Kirim HT Hingga Mobil Satelit ke Sibolga

Polda Sumut mengirimkan bala bantuan berupa alat komunikasi ke wilayah banjir dan longsor di Sibolga.

Sebab, jaringan listrik, internet maupun komunikasi sulit di lokasi akibat bencana.

Baca juga: Sosok Zulham Piliang, Provokator Penganiayaan Musafir di Masjid Agung Sibolga, Suka Buat Onar

Kombes Ferry mengatakan, akibat kesusahan jaringan internet, laporan kondisi terkini di lokasi sulit diterima dari Sibolga ke Medan, sebagai pusat administrasi pemerintahan.

Ferry mengatakan, Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bid TIK) Polda Sumut mengirimkan 50 handy talkie dari Polda Sumut ke Sibolga untuk mempermudah personel berkomunikasi.

Kemudian, 2 mobil repeater atau penguat sinyal juga dikirim ke lokasi.

Selanjutnya, 1 mobil untuk komunikasi satelit juga dikirim, ditambah 1 Starlink atau internet berbasis satelit turut dikirim.

Tambah Ferry, mereka juga mengirimkan drone untuk memantau kondisi di lapangan.

Baca juga: Daftar Sejumlah Kelurahan di Sumut yang Disapu Banjir dan Longsor Serempak

"Alat-alat dikirim untuk mempermudah komunikasi dan laporan dari lapangan di lokasi,"kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Rabu (26/11/2025).

Pengiriman alat komunikasi dilakukan sejak Selasa malam, kemarin karena hancurnya infrastruktur jaringan komunikasi.

Selain alat canggih, Polda Sumut turut mengirimkan 8 personel yang ahli di bidangnya masing-masing dalam teknologi internet, jaringan.

"Tim berangkat bersama tim Samapta dan Brimob,"tutupnya.

Evakuasi Korban

Kantor Pencarian dan Pertolongan Nias melalui Pos SAR Sibolga mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Aek Muara Pinang, Kota Sibolga, Sumatra Utara, Selasa (25/11/2025) dini hari.

Sibolga adalah sebuah kota di Provinsi Sumatra Utara, terletak di pesisir barat Pulau Sumatra. 

Kota ini berada di tepi Teluk Tapian Nauli, sehingga sering disebut sebagai “Kota Ikan” atau “Kota Pelabuhan” karena sejarahnya yang kuat sebagai pusat perdagangan laut.

Banjir dan longsor berada di beberapa lokasi, antara lain:

  • Perumahan Pandan Asri
  • BKKBN
  • Sibuluan Nauli
  • Sibuluan Rindu Alam
  • Hajoran
  • Perumahan Pandai Permai dekat Matauli
  • Tangga Seratus Sibolga
  • Klinik Yakin Sehat Sibuluan Lambok
  • Sibuluan Hotagodang
  • Jalan Sipansihaporas 
      
     .

"Pos SAR Sibolga menempuh estimasi waktu sekitar 20 menit," ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii melalui keterangan tertulis, Rabu (26/11/2025).

Setelah menerima informasi, Kantor SAR Nias melalui Pos SAR Sibolga segera memberangkatkan tim rescue berjumlah 5 personel Pos SAR Sibolga dan dibantu 14 ABK KN SAR Nakula sekitar pukul 02.40 WIB untuk melakukan assessment dan penanganan di lokasi. 

KN SAR Nakula adalah kapal cepat/rescue boat milik BASARNAS yang dikerahkan untuk operasi pencarian dan pertolongan di laut--khususnya di kawasan pantai barat Sumatra Utara

Kapal ini tergolong sebagai armada laut dari pos SAR di wilayah utara Sumatra, dengan basis awal di pelabuhan Sibolga. 

Tim tiba di lokasi kejadian pada pukul 03.00 WIB.

Baca juga: Banjir Bandang di Tapsel: Dua Warga Meninggal, Listrik dan Komunikasi Lumpuh

Unsur SAR yang terlibat meliputi personel Pos SAR Sibolga serta keluarga korban. 

Faktor penghambat yang ditemui di lapangan adalah kondisi cuaca yang turun hujan.

"Berdasarkan data BMKG, cuaca di lokasi memang berada dalam kondisi hujan intensitas sedang hingga tinggi," katanya. 

Alat utama dan pendukung yang digunakan antara lain LCR, peralatan SAR medis, alat komunikasi, APD personal, serta kantong jenazah sebagai perlengkapan siaga.

 

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Longsor di Sibolga, 5 Tewas, 4 Hilang Diduga Tertimbun

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved