Rabu, 22 April 2026

Politisi Golkar Ditikam OTK di Maluku

Ada Dugaan Nus Kei Dibunuh Secara Berencana, Polisi Minta Keluarga Tahan Diri

Polda Maluku mengimbau keluarga korban penikaman yang menewaskan Nus Kei untuk menahan diri.

Editor: Suci BangunDS
HO/IST/TribunJateng
KASUS PENIKAMAN - Kolase foto penikaman terhadap Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora - pelaku penikaman. Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Polda Maluku mengimbau keluarga korban, termasuk keluarga Agrapinus Rumatora, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus kepada kepolisian di tengah dugaan pembunuhan berencana.
  • Polisi memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif serta terus mengusut kasus secara profesional dengan memeriksa sejumlah terduga pelaku dan saksi.
  • Nus Kei tewas usai ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun, dua pelaku yakni Hendrikus Rahayaan dan Finansius.

 

TRIBUNNEWS.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku meminta keluarga korban penikaman di Kabupaten Maluku Tenggara maupun di Jakarta agar tetap menahan diri.

Aparat menegaskan bahwa penanganan kasus tersebut sepenuhnya berada di tangan penegak hukum.

Imbauan ini disampaikan menyusul adanya dugaan pembunuhan berencana dalam kasus penikaman yang merenggut nyawa Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora.

“Kami mengimbau kepada keluarga korban, baik yang berada di Langgur maupun di Jakarta dan daerah lainnya, agar menahan diri dan menyerahkan proses hukum kepada Kepolisian,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Rositah Umasugi, kepada awak media di Polda Maluku.

Ia menjelaskan, hingga saat ini kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut masih terkendali.

Polda Maluku bersama Polres Maluku Tenggara terus bekerja secara profesional dalam mengusut kasus ini.

Termasuk memeriksa sejumlah terduga pelaku dan saksi, mengutip TribunAmbon.com.

Menurut Rositah, langkah tersebut penting untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku sekaligus menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat.

“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif, khususnya di wilayah hukum Polres Maluku Tenggara dan Polda Maluku secara umum,” ujarnya.

Baca juga: Sederet Prosesi Pemakaman Nus Kei, Aparat Siapkan Pengamanan di Langgur

Jenazah Nus Kei Disembahyangkan di Gereja Katolik Paroki Joseph Ohoijang

Jenazah Nus Kei (63),dijadwalkan misa dan disembahyangkan di Gereja Katolik Paroki Joseph Ohoijang, Jl Jenderal Sudirman, Langgur, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Selasa (21/4/2026).

Misa persembahyangan ini setelah dua hari jenazah disemayamkan di rumah duka, Komplek Karang Tagepe, Kelurahan Wetdek, Langgur.

Informasi misa doa ini diperoleh wartawan TribunAmbon.com melalui Kapolres Malra AKBP Rian Suhendi, usai melayat ke rumah duka, Selasa pagi.

Sehari sebelumnya Kapolres dijadwalkan melayat, bersamaan dengan tibanya Yulianti (54), istri mendiang Nus Kei, dari Jakarta, Senin (20/4/2026) pukul 11.30 WIT.

Kronologi hingga Pelaku

Hendrikus Rahayaan (HR) menjadi salah satu pelaku penikaman yang menewaskan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara.  

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved