Rabu, 15 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Jumlah Korban Banjir dan Longsor di Sumut: 34 Orang Tewas, 52 Lainnya Hilang

Data dari Polda Sumut menyebut jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam berupa banjir dan longsor di wilayahnya terus bertambah.

Istimewa/Dok. Kecamatan Batang Toru
BANJIR DI SUMUT - Banjir di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Hingga, Rabu (26/11/2025) sedikitnya, 8 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. 

Ringkasan Berita:
  • Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam berupa banjir dan longsor di Sumut terus bertambah.
  • Berdasarkan data terbaru yang dihimpun Polda Sumut, tercatat sebanyak 34 orang meninggal dunia.
  • Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan, ada 52 orang yang hilang.

TRIBUNNEWS.COM - Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam berupa banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut) terus bertambah.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun Polda Sumut, tercatat sebanyak 34 orang meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan mengatakan, ada 52 orang yang hilang.

Kemudian, korban luka berat sebanyak 11 orang dan warga luka ringan sebanyak 77 orang.

"Meninggal dunia 34 orang, luka ringan 77 orang, luka berat 11 orang. Kemudian, dalam pencarian 52 orang," kata Kombes Ferry Walintukan, Kamis (27/11/2025), dilansir Tribun-Medan.com.

Akibat bencana banjir dan longsor, sebanyak 1.168 mengungsi ke tenda darurat dan berbagai tempat.

Jumlah tersebut merupakan data sementara dari 12 kabupaten/kota terdampak bencana terhitung sejak 24 November dan 26 November 2025.

Akan tetapi, belum termasuk dari Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

"Pengungsi 1.168 orang," ucapnya.

Hingga saat ini, polisi dan tim gabungan berjibaku di lokasi, mulai dari evakuasi korban, membersihkan material, dan sebagainya.

"Kami melanjutkan pencarian bersama BPBD/stake holder kepada korban yang belum ditemukan." 

Baca juga: Banjir Bandang dan Longsor di Sumut: 34 Orang Meninggal, 1.168 Orang Mengungsi

"Melaksanakan koordinasi dengan Pemda setempat untuk menyediakan tempat pengungsian bagi wargaterdampak bencana alam," tuturnya.

Kata Walhi 

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut menyampaikan, hujan bukan jadi faktor utama penyebab banjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Mandailing Natal, dan Kota Sibolga, pada Selasa, 25 November 2025. 

"Sebaliknya, fakta di lapangan menunjukkan adanya campur tangan manusia yang signifikan. Padahal saat banjir tiba, terlihat banyak kayu-kayu terbawa air." 

"Dan jika dilihat dari citra satelit, tampak kondisi hutan yang gundul di sekitar lokasi bencana," kata Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Sumut, Jaka Kelana Damanik, Rabu (26/11/2025). 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved