Banjir Bandang di Sumatera
Data Korban Jiwa Banjir dan Longsor di Sumut: Tapanuli Selatan Terbanyak 17 Orang Tewas
Data korban ini merupakan data sementara dari 12 Kabupaten/Kota terdampak bencana, tetapi belum termasuk dari Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.
Di Kabupaten Padangsidimpuan ada 13 kejadian dengan rincian 3 longsor, banjir 6, dan pohon tumbang 4 kejadian.
- Korban jiwa: Tidak ada
- Pengungsi: 120 orang
Pakpak Bharat
Di Kabupaten Pakpak Bharat ada 22 kejadian longsor yang mengakibatkan 2 orang meninggal dunia.
- Korban jiwa: 2 Tewas
Tapanuli Selatan
Di Kabupaten Tapanuli Selatan ada 22 bencana dengan rincian 10 longsor dan 11 banjir, lalu pohon tumbang 1
- Korban jiwa: 17 tewas
- Korban luka berat: 4 orang
- Korban luka ringan: 69 orang
- Pengungsi: 500 orang
Tapanuli Tengah
Kabupaten Tapanuli Tengah ada 19 bencana alam dengan rincian 9 longsor, dan 10 banjir.
- Korban jiwa: 4 tewas
Tapanuli Utara
Di Tapanuli Utara ada 23 bencana alam meliputi longsor 11, banjir 11, dan pohon tumbang 1 kejadian.
- Korban jiwa: Tidak ada
- Korban luka ringan: 5 orang
- Pengungsi: 134 orang
Humbang Hasundutan
Di Kabupaten Humbang Hasundutan ada 20 bencana alam meliputi longsor 18 kejadian, dan banjir 2 kejadian.
- Korban jiwa: 2 tewas
- Korban luka berat: 4 orang
- Korban hilang: 5 orang
Nias Selatan
Di Nias Selatan tercatat hanya ada 1 bencana alam, yaitu pohon tumbang.
- Korban jiwa: 1 tewas
Nias
Untuk di Kabupaten Nias, ada 2 bencana alam meliputi longsor tanpa korban jiwa dan luka.
Sibolga
Di Kota Sibolga, ada 6 bencana alam meliputi longsor 6 kejadian.
- Korban jiwa: 8 tewas
- Korban luka berat: 3 orang
- Korban luka ringan: 2 orang
- Korban hilang: 46 orang
Serdang Bedagai
Di Kabupaten Serdang Bedagai hanya ada 1 kejadian, yaitu angin puting beliung.
- Korban jiwa: Tidak ada
- Pengungsi: 5 orang
Langkat
Wilayah Kabupaten Langkat tercatat ada 7 kejadian banjir.
- Pengungsi: 750 orang
Walhi Sumut Duga Ada Kerusakan Hutan Hingga Sebabkan Bencana
Terkait bencana alam yang terjadi di Sumut ini, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut menyampaikan, hujan bukan jadi faktor utama penyebab banjir.
Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Sumut, Jaka Kelana Damanik, mengatakan penyebab terjadinya banjir dan longsor di sejumlah daerah tersebut, diduga karena adanya kerusakan ekosistem hutan Batang Toru, sehingga memicu banjir besar.
"Sebaliknya, fakta di lapangan menunjukkan adanya campur tangan manusia yang signifikan. Padahal saat banjir tiba, terlihat banyak kayu-kayu terbawa air dan jika dilihat dari citra satelit, tampak kondisi hutan yang gundul di sekitar lokasi bencana," kata Jaka, Rabu (26/11/2025), dikutip dari Tribun-Medan.com.
Mengenai hal ini, Walhi Sumut telah berulang kali menyuarakan pentingnya perhatian penuh terhadap ekosistem Batang Toru yang disebut sebagai hutan tropis terakhir di Sumut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Banjir-di-Sumut-november-2025.jpg)