Minggu, 10 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Data Korban Jiwa Banjir dan Longsor di Sumut: Tapanuli Selatan Terbanyak 17 Orang Tewas

Data korban ini merupakan data sementara dari 12 Kabupaten/Kota terdampak bencana, tetapi belum termasuk dari Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

Tayang:
Penulis: Rifqah
Editor: Bobby Wiratama
Istimewa/TRIBUN MEDAN
BANJIR SUMUT - Warga Sibolga, Sumatra Utara melintasi jalan yang masih dipenuhi lumpur pascabanjir besar pada Rabu (26/11/2025). Data korban ini merupakan data sementara dari 12 Kabupaten/Kota terdampak bencana, tetapi belum termasuk dari Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. 
Ringkasan Berita:
  • Korban terbanyak dari kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), yakni sebanyak 17 orang tewas
  • Korban jiwa terbanyak kedua ada di Kota Sibolga dengan jumlah 8 orang meninggal dunia
  • Akibat bencana alam di Sumut ini, sebanyak 1.168 warga mengungsi ke tenda darurat dan berbagai tempat

 

TRIBUNNEWS.COM - Data korban jiwa terkini di Sumatera Utara (Sumut) akibat bencana alam banjir dan longsor mencapai 34 orang.

Bencana alam yang terjadi sejak 24 November hingga 26 November ini juga mencatat 52 orang lainnya masih hilang, 11 orang luka berat, dan 77 orang luka ringan.

Jumlah korban tersebut didapatkan dari hasil pengumpulan Polres-polres daerah yang ada di lokasi.

Adapun, data-data korban ini merupakan data sementara dari 12 Kabupaten/Kota terdampak bencana, tetapi belum termasuk dari Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, mengatakan bahwa korban terbanyak dari kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), yakni sebanyak 17 orang tewas.

Kemudian, terbanyak kedua adalah Kota Sibolga dengan jumlah 8 orang meninggal dunia.

"Data sementara korban jiwa 54 orang. Kabupaten Tapanuli Selatan 17 orang," kata Ferry, Kamis (27/10/2025), dikutip dari Tribun-Medan.com.

Akibat bencana alam ini, sebanyak 1.168 warga mengungsi ke tenda darurat dan berbagai tempat.

"Pengungsi 1.168 orang," kata Ferry.

Sampai saat ini, polisi dan tim gabungan masih berada di lokasi untuk mengevakuasi korban hingga membersihkan material.

Polda Sumut diketahui telah mengerahkan 1.030 personel untuk membantu menangani bencana alam banjir dan longsor tersebut.

Baca juga: Respons Cepat, Polri Kerahkan Tim SAR untuk Bantu Korban Bencana di Sumut

"Kami melanjutkan pencarian bersama BPBD/stakeholder kepada korban yang belum ditemukan. Melaksanakan koordinasi dengan Pemda setempat untuk menyediakan tempat pengungsian bagi warga terdampak bencana alam," papar Ferry.

Data Lengkap Korban Jiwa dan Luka di 12 Kabupaten/Kota Sumut

Berikut adalah data korban jiwa, luka-luka, hingga jumlah pengungsi dari 12 Kabupaten/Kota terdampak bencana, tetapi belum termasuk dari Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

Mandailing Natal

Di wilayah Kabupaten Mandailing Natal ada 10 kejadian, longsor 3 kejadian, angin puting beliung 1 kejadian.

  • Korban jiwa: Tidak ada
  • Pengungsi: 400 orang
Padang Sidempuan

Di Kabupaten Padangsidimpuan ada 13 kejadian dengan rincian 3 longsor, banjir 6, dan pohon tumbang 4 kejadian.

  • Korban jiwa: Tidak ada
  • Pengungsi: 120 orang
Pakpak Bharat

Di Kabupaten Pakpak Bharat ada 22 kejadian longsor yang mengakibatkan 2 orang meninggal dunia.

  • Korban jiwa: 2 Tewas
Tapanuli Selatan 

Di Kabupaten Tapanuli Selatan ada 22 bencana dengan rincian 10 longsor dan 11 banjir, lalu pohon tumbang 1

  • Korban jiwa: 17 tewas
  • Korban luka berat: 4 orang
  • Korban luka ringan: 69 orang
  • Pengungsi: 500 orang
Tapanuli Tengah 

Kabupaten Tapanuli Tengah ada 19 bencana alam dengan rincian 9 longsor, dan 10 banjir.

  • Korban jiwa: 4 tewas
Tapanuli Utara 

Di Tapanuli Utara ada 23 bencana alam meliputi longsor 11, banjir 11, dan pohon tumbang 1 kejadian.

  • Korban jiwa: Tidak ada
  • Korban luka ringan: 5 orang
  • Pengungsi: 134 orang
Humbang Hasundutan 

Di Kabupaten Humbang Hasundutan ada 20 bencana alam meliputi longsor 18 kejadian, dan banjir 2 kejadian.

  • Korban jiwa: 2 tewas
  • Korban luka berat: 4 orang 
  • Korban hilang: 5 orang
Nias Selatan 

Di Nias Selatan tercatat hanya ada 1 bencana alam, yaitu pohon tumbang.

  • Korban jiwa: 1 tewas
Nias

Untuk di Kabupaten Nias, ada 2 bencana alam meliputi longsor tanpa korban jiwa dan luka.

Sibolga

Di Kota Sibolga, ada 6 bencana alam meliputi longsor 6 kejadian.

  • Korban jiwa: 8 tewas
  • Korban luka berat: 3 orang 
  • Korban luka ringan: 2 orang 
  • Korban hilang: 46 orang
Serdang Bedagai 

Di Kabupaten Serdang Bedagai hanya ada 1 kejadian, yaitu angin puting beliung.

  • Korban jiwa: Tidak ada
  • Pengungsi: 5 orang
Langkat

Wilayah Kabupaten Langkat tercatat ada 7 kejadian banjir.

  • Pengungsi: 750 orang

Walhi Sumut Duga Ada Kerusakan Hutan Hingga Sebabkan Bencana

Terkait bencana alam yang terjadi di Sumut ini, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut menyampaikan, hujan bukan jadi faktor utama penyebab banjir. 

Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Sumut, Jaka Kelana Damanik, mengatakan penyebab terjadinya banjir dan longsor di sejumlah daerah tersebut, diduga karena adanya kerusakan ekosistem hutan Batang Toru, sehingga memicu banjir besar.

"Sebaliknya, fakta di lapangan menunjukkan adanya campur tangan manusia yang signifikan. Padahal saat banjir tiba, terlihat banyak kayu-kayu terbawa air dan jika dilihat dari citra satelit, tampak kondisi hutan yang gundul di sekitar lokasi bencana," kata Jaka, Rabu (26/11/2025), dikutip dari Tribun-Medan.com. 

Mengenai hal ini, Walhi Sumut telah berulang kali menyuarakan pentingnya perhatian penuh terhadap ekosistem Batang Toru yang disebut sebagai hutan tropis terakhir di Sumut.

Wilayah ini mencakup Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara. 

Kerusakan ekosistem ini sangat mengancam karena wilayah tersebut kaya akan flora dan fauna, termasuk orangutan tapanuli yang paling langka di dunia. 

Jaka pun menduga kuat bahwa bencana yang terjadi saat ini diperparah oleh kebijakan pemerintah yang memberikan izin kepada perusahaan-perusahaan di ekosistem Batang Toru.

Oleh karena itu, Jaka mengkritik ungkapan intensitas hujan mengakibatkan banjir yang terjadi. 

Padahal, pemerintah seharusnya melakukan kebijakan-kebijakan yang dapat meminimalisir dampak dari bencana 

"Laju deforestasi di wilayah ini sulit dibendung karena perusahaan-perusahaan yang beraktivitas di ekosistem batang toru (harangan tapanuli) melakukan penebangan pohon dengan berlindung dibalik izin yang dikeluarkan pemerintah," ungkap Jaka. 

(Tribunnews.com/Rifqah) (Tribun-Medan.com/Fredy/Ilham)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved