Selasa, 14 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Dampak Banjir dan Longsor: 217 Orang Tewas di Sumut, Infrastruktur di Aceh Hancur

Banjir dan longsor di Sumut–Aceh: 217 tewas, 209 hilang, ribuan mengungsi, infrastruktur vital hancur.

|
Penulis: Gita Irawan
Editor: Glery Lazuardi
/Gatha Ginting
BANJIR DAN LONGSOR SUMUT - Tim gabungan evakuasi korban banjir dan longsor di Sumut, sementara Aceh alami kerusakan infrastruktur parah. (Photo by Gatha Ginting/Xinhua) 

Ringkasan Berita:
  • BNPB catat 217 tewas dan 209 hilang akibat banjir dan longsor di Sumut.
  • Lebih dari 3.600 jiwa di Tapanuli Utara dan ribuan lainnya di wilayah terdampak.
  • Infrastruktur Aceh lumpuh meliputi jalan terputus, pasokan pangan terganggu, harga cabai tembus Rp200 ribu/kg.
  • Anggota DPRA Ihsanuddin MZ minta langkah cepat, badan darurat, dan pengawasan pasar.
  • Gubernur Aceh tetapkan darurat bencana, evakuasi warga terisolasi jadi prioritas utama.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara dan Aceh menimbulkan korban jiwa serta kerusakan besar. 

Hingga Minggu (30/11/2025), tercatat 217 orang tewas dan 209 lainnya masih hilang di Sumut, sementara di Aceh infrastruktur vital hancur diterjang arus dan material longsor.

Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan evakuasi, pencarian korban, dan penanganan darurat di lokasi terdampak.

Dampak Bencana di Sumut

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melaporkan jumlah korban meninggal dunia dan orang hilang akibat banjir dan longsor di Sumatera Utara bertambah.

Hingga Minggu (30/11/2025) BNPB mencatat sebanyak 217 orang meninggal dunia dan 209 lainnya dinyatakan hilang dalam bencana tersebut.

Suharyanto menjelaskan penambahan jumlah korban jiwa tersebut karena operasi pencarian dan pertolongan oleh Satgas Gabungan berhasil menemukan sejumlah orang yang sebelumnya dinyatakan hilang. 

Sedangkan penambahan jumlah orang hilang bertambah karena ada laporan-laporan baru dari masyarakat terdampak.

"Jadi korban jiwa untuk Sumatera Utara 217 yang meninggal dunia. Kemudian 209 yang masih hilang," kata Suharyanto di Posko Nasional Pendampingan Penanggulangan Bencana Tanggap Darurat di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara yang disiarkan di kanal Youtube BNPB Indonesia pada Minggu (30/11/2025).

"Rinciannya ini semua, untuk Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, itu yang mungkin bertambah dari kemarin. Terutama di Tapanuli Selatan karena per hari ini banyak yang ditemukan," imbuh dia.

Selain itu, ungkap dia, jumlah pengungsi juga bertambah di sejumlah wilayah.

Suharyanto mengatakan penambahan jumlah pengungsi itu seiring dengan kondisi tempat pengungsian sudah relatif lebih baik.

Kondisi itu di antaranya dapur lapangan yang sudah beroperasional dan logistik sudah mulai banyak.

Sehingga, kata dia, masyarakat yang awalnya mengungsi secara mandiri saat ini berangsur masuk ke titik-titik pengungsian. 

Untuk di Tapanuli Utara, kata dia, terdapat 3.600 jiwa yang mengungsi.

Di Tapanuli Tengah, terdapat sekitar 1.600 KK yang mengungsi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved