Jumat, 5 Juni 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Kondisi Pasca-Banjir Sumatra dan Aceh: Terjadi Penjarahan, SPBU Digeruduk dan Warga Jatuh Sakit

Banjir bandang di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh menewaskan 631 orang. Akses jalan terputus sehingga warga melakukan penjarahan minimarket.

Tayang:
Penulis: Faisal Mohay
BNPB/
BENCANA SUMBAR - Upaya pencarian korban hilang dan pembukaan akses jalan menggunakan alat berat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). TRIBUNNEWS/HO/BNPB 

"Sat Reskrim Polres Sibolga telah mengamankan 16 orang yang terlibat dalam aksi penjarahan di beberapa minimarket."

"Mereka diamankan di lokasi berbeda dengan barang bukti berupa makanan ringan, minuman, dan sejumlah barang kebutuhan rumah tangga," paparnya, dikutip dari TribunMedan.com.

Hasil penyelidikan sementara, terdapat tujuh minimarket di Sibolga yang dijarah warga.

"Situasi di Kota Sibolga saat ini berada dalam pengawasan ketat aparat gabungan TNI–Polri. Polres Sibolga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga ketertiban demi keamanan bersama," tuturnya.

Baca juga: Kenapa Pemerintah Belum Tetapkan Banjir Sumatra Jadi Bencana Nasional? Ini Penjelasan BNPB

2. Warga Aceh Geruduk SPBU

Sebuah SPBU di Idi Rayeuk, Aceh Timur digeruduk warga karena dituding menimbun BBM.

Awalnya, petugas SPBU menyatakan BBM kosong tapi warga tak percaya sehingga memeriksa tangki BBM.

Warga mengancam akan membakar SPBU jika mereka tak diperbolehkan membeli BBM.

Kelangkaan BBM terjadi karena akses jalanan terputus akibat banjir.

Setelah ditelusuri, stok BBM di tangki masih banyak sehingga warga langsung mengantri.

"Segini stok minyak kalian bilang tidak ada, bohong semua kalian kepada masyarakat, kalau enggak dibuka penyaluran masyarakat akan mengamuk ini," ucap salah satu warga.

Penjualan BBM dibuka dengan pembatasan yakni Rp30 ribu untuk sepeda motor dan Rp15 ribu untuk botol plastik.

"Kami berharap, ketersediaan bahan pokok, termasuk BBM tidak ditimbun saat kondisi seperti ini," kata warga lagi.

Baca juga: Dituding Pencitraan saat Bantu Warga Terdampak Banjir, Eko Patrio Berikan Pembelaan: Penyakit Hati

3. Warga Padang Pariaman Jatuh Sakit

Sejumlah warga terkena penyakit di pos pengungsian di Nagari Kampung Galapuang, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman.

Penyakit yang diderita seperti penyakit kulit, demam, flu, dan gatal-gatal.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyatakan ada 14 dari 17 kecamatan di Padang Pariaman terkena banjir.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved