Banjir Bandang di Sumatera
Jasad Ditemukan Berbalut Mukena, Warga Agam Akhirnya Bisa Makamkan Ibu secara Layak
Jasad ibu ditemukan memakai mukena di Agam. Sementara di Batangtoru, seorang ayah masih mencari anaknya yang hanyut terseret banjir.
Ringkasan Berita:
- Ibu ditemukan utuh dalam mukena usai banjir bandang
- Perjuangan anak sewa alat berat demi temukan sang ibu
- Kisah viral penuh air mata di Agam, Sumatera Barat
- Ayah di Batangtoru masih mencari anaknya yang hanyut
- Desa diporak-porandakan, warga kehilangan rumah dan keluarga
TRIBUNNEWS.COM - Setelah satu minggu banjir dan longsor di Sumatera berlalu, warga mulai kembali menata pilu. Cerita sedih datang dari warga Agam, Sumatera Barat dan Batangtoru, Sumatera Utara. Mereka mengenang peristiwa nahas yang baru saja terjadi menimpa mereka.
Anak Akhirnya Bisa Makamkan Ibunya
Erik Anders, seorang warga Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, akhirnya bisa memakamkan ibunya yang bernama Ernita secara layak.
Erik menangis meratapi makam ibunya pada Kamis (4/12/2025) slang. Mata dia berlinang tertegun melihat makam yang berada di tengah-tengah makam lainnya. Makam itu terlihat masih baru dan berjejer dengan makam lainnya.
Akhirnya, dia bisa melakukan yang terbaik untuk ibu tercinta. Sebelumnya, Erik sempat viral dan menjadi bahan perbincangan di media sosial. Hal ini setelah ibunya hilang pada Kamis (27/11/2025).
Ibunya diterjang banjir bandang. Begitu mendengar kabar, Erik bergegas menuju lokasi.
Namun setibanya di persimpangan jalan menuju rumah sang ibu, ia disergap pemandangan yang membuat lututnya lemas: air berlumpur menggenangi wilayah, bongkahan batu besar memenuhi aliran sungai, dan rumah ibunya lenyap, hanya menyisakan puing kenangan.
Erik tak menyerah. Ia menyisir puing rumah, menembus lumpur, dan memeriksa kantong-kantong jenazah yang ditemukan.
“Ketika ada mayat yang ditemukan saya langsung menceknya apakah itu Ibu saya atau bukan, kurang lebih ada enam kantong mayat yang saya periksa namun masih belum ditemukan,” katanya.
Hari demi hari pencarian dilakukan dengan tangan kosong, namun hasilnya nihil. Erik memiliki firasat ibunya masih tertimbun di bekas rumah yang hanyut. Bantuan alat berat tak kunjung datang, hingga ia dan keluarga terpaksa iuran menyewa sendiri.
Penggalian dimulai Sabtu malam (29/11/2025) dan dilanjutkan esok harinya karena cuaca buruk. Hingga akhirnya, Minggu (30/11/2025), pencarian melelahkan itu menemukan titik akhir: jasad Ernita berhasil dikeluarkan dalam keadaan utuh.
“Mama meninggal dalam keadaan salat yang mana mukenanya telah dipenuhi lumpur,” ucap Erik.
Jenazah Ernita langsung dibawa ke musala sekitar satu kilometer dari lokasi pencarian, lalu dimakamkan di pemakaman keluarga.
Peristiwa itu tak hanya merenggut sang ibu, tetapi juga beberapa kerabat Erik.
“Kadang saya merasa ini semua mimpi, kaget tiba-tiba semuanya hancur. Kenangan bersama Ibu masih sering terlintas jelas sampai saat ini,” ujarnya.
Erik masih mengingat pesan ibunya untuk menjaga salat dan berbuat baik pada sesama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Erik-Anders-menatap-makam-ibunya-di-Agam.jpg)