Minggu, 10 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

TNI AD Turunkan 10 Mobil Penjernih Air untuk Warga Terdampak Bencana di Sumatera

Sepuluh unit mobil tersebut tersebar di Aceh 7 unit, Sumatera Utara 1 unit, dan Sumatera Barat 2 unit.

Tayang:
Penulis: Gita Irawan
Editor: Willem Jonata
/Puspen TNI
Tim gabungan Penanggulangan bencana nasiponal bahu membahu membersihkan material lumpur yang terbawa saat terjadi banjir di RSUD Aceh Tamiang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (6/12). (BNPB Indonesia/tribunnews) 
Ringkasan Berita:
  • Warga terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatera mengalami kesulitan akses terhadap air bersih
  • TNI AD turunkan mobil penjernih air atau Reverse Osmosis (RO) di wilayah terdampak banjir dan longsor
  • Menggunakan teknologi tersebut, air yang dijernihkan bisa langsung diminum

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TNI Angkatan Darat menggelar total 10 unit mobil penjernih air atau Reverse Osmosis (RO) di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga Minggu (7/12/2025).

Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI Brigjen Osmar Silalahi mengatakan 10 unit mobil RO itu tersebar di Aceh 7 unit, Sumatera Utara 1 unit, dan Sumatera Barat 2 unit.

Hal itu disampaikannya di Posko Terpadu TNI Penanggulangan Bencana Alam di Wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta pada Minggu (7/12/2025).

Baca juga: Warga Korban Banjir di Sumbar Sulit Dapatkan Air Bersih dan Sembako

"Ini kami melihat secara langsung bahwasanya kehadiran mobil RO ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Mereka dapat mengambil air minum di mobil RO tersebut kemudian dapat mengonsumsinya secara langsung. Ini sangat membantu," ujar Osmar.

Kasubdis Penerangan Khusus Dispenad Letkol Inf Aryo Priyoutomo Soedojo menambahkan hingga hari ini TNI AD telah mengerahkan 26.813 personil dari 33 Batalyon untuk membantu penanganan bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Personel tersebut, kata dia, juga didukung oleh tim teknis, tim pendukung, dan juga angkutan.

Ia mengatakan hingga hari ini Minggu (7/12/2025) titik berat TNI AD ada pada pemasangan jembatan Bailey.

Karena, kata dia, pemasangan jembatan Bailey tersebut memerlukan teknis yang lebih rumit.

Selain itu, pemasangan jembatan darurat berstandar militer itu juga dikejar waktu mengingat urgensinya bagi distribusi bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

"Diharapkan besok mungkin sudah ada progres yang lebih baik, sehingga jembatan-jembatan tersebut bisa dioperasionalkan," lanjutnya.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved