Minggu, 10 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Warga Tapteng Sumut Menangis Setelah Kursi Roda Ayahnya Ditemukan, Jasad Korban Belum Diketahui

Elisabet mengamati anjing pelacak dan personel yang sedang menggali gundukan tanah di lokasi yang dulunya adalah permukiman.

Tayang:
Editor: Erik S
HO/IST/TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso
KURSI RODA - Elisabet Hutabarat (20) mencari keberadaan jasad ayah dan abangnya tertimbun longsor di Desa Bair, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara (Sumut) Senin (8/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Elisabet Hutabarat belum mengetahui keberadaan ayahnya setelah tragedi banjir bandang di Tapanuli Tengah pada Selasa (25/11/2025).
  • Tim SAR menemukan kursi roda yang digunakan ayah Elisabet.
  • Babinsa Kecamatan Tapian Nauli, Serda Armin Simanjuntak, mengatakan proses pencarian yang telah berlangsung 13 hari sangat terkendala.

TRIBUNNEWS.COM, TAPTENG-  Elisabet Hutabarat (20), warga Desa Bair, Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara (Sumut) masih kehilangan ayahnya.

Bencana banjir bandang dan longsor pada Selasa (25/11/2025) telah melenyapkan satu perkampungan, merenggut 7 nyawa, dan mengubah sungai jernih menjadi aliran tanah merah kering dipenuhi kayu gelondongan.

Elisabet mengamati anjing pelacak dan personel yang sedang menggali gundukan tanah di lokasi yang dulunya adalah permukiman.

Baca juga: Sungai Berpindah, Muncul Aliran Baru usai Banjir Sumut-Sumbar, Tsunami Kayu Lenyapkan Rumah Warga

Ia terus mengawasi dengan harap-harap cemas. Tiba-tiba, teriakan petugas memecah keheningan.

“Kursi roda, kursi roda!” teriak seorang petugas Tim SAR, Senin (8/12/2025).

Seketika, Elisabet yang semula duduk langsung berdiri dan mendekat.

Air mata tak terbendung lagi.

Derainya mengucur begitu saja.

Itu adalah kursi roda milik ayahnya yang tertimbun longsor di lokasi tersebut.

Meskipun penemuan kursi roda itu memberi secercah harapan, tapi apa nyana jasad ayahnya tak kunjung ditemukan, meninggalkan Elisabet dan ibunya menangis saling menguatkan.

Hal getir nan serupa juga dirasakan Irma Yanti yang juga datang ke lokasi bersama anaknya.

Di lokasi, ia menatap nanar ke arah tumpukan tanah tempat dulu berdiri rumah abang kandung dan kakak iparnya.

Baca juga: Update Korban Bencana Aceh, Sumut, Sumbar, 8 Desember 2025: 961 Meninggal, 1.057.482 Orang Mengungsi

Meskipun jenazah kerabatnya sudah ditemukan sehari sebelumnya, Irma tak menyangka kepergian mereka begitu tragis.

"Saya kemari melihat rumah Abang dan kakak ipar. Cuma sekarang sudah tidak ada lagi, sudah rata dengan tanah," kata Irma lirih.

Medan Terjal dan Cuaca Buruk

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved