Banjir Bandang di Sumatera
Keluarga Putuskan Gunakan Paranormal Cari Jenazah di Sibolga, Babinsa Beberkan Hasilnya
Babinsa Kelurahan Aek Manis, Serda Asrul Efendi Sihite mengatakan, proses pencarian almarhum Ruhyan sangat panjang.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah dan keluarga memanggil paranormal mencari jenazah Ruhyan Malau (56) warga yang sudah 14 hari tertimbun.
- Jasad Ruhyan akhirnya ditemukan di dalam kamar bagian depan rumah.
- Ruhyan merupakan korban tewas terakhir yang ditemukan di Gang Murai, Lingkungan II, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga.
TRIBUNNEWS.COM, SIBOLGA - Pencarian Ruhyan Malau (56) warga yang sudah 14 hari tertimbun di bawah reruntuhan rumah dan tanah merah bekas longsor di Kota Sibolga, Sumatra Utara (Sumut) tidak hanya melibatkan Tim SAR.
Karena jenazah Ruhyan tidak kunjung ditemukan, pemerintah setempat dan keluarga sepakat memanggil paranormal sebagai pilihan terakhir.
Babinsa Kelurahan Aek Manis, Serda Asrul Efendi Sihite mengatakan, proses pencarian almarhum Ruhyan sangat panjang.
Baca juga: Meski Medan Ekstrem, PLN Berhasil Pulihkan 900 Tiang Listrik di Sibolga–Tapteng
Sejak kejadian, pada Selasa 25 November lalu, baru ditemukan pada Selasa (9/12/2025).
Keluarga hampir putus asa, namun belum ikhlas jika pencarian dihentikan.
Pada Senin sebelumnya, pemerintah setempat, Serda Asrul dan keluarga sepakat memanggil paranormal sebagai pilihan terakhir.
Kemudian, paranormal memanggil roh Ruhyan Malau, agar dimasukkan ke dalam tubuh warga.
Ketika ruh mulai masuk ke raga warga, barulah paranormal menanyakan keberadaan jasad Ruhyan Malau.
Di sini, pria yang sedang kerasukan memberi permintaan apabila mau menuruti memberi petunjuk.
"Mau tidak mau kami harus mencari jalan di luar nyata menggunakan orang pintar. Yaitu kami menggunakan paranormal yang memanggil ruh korban dimasukkan ke orang lain untuk menunjukkan arah di mana posisi almarhum,"kata Babinsa Kelurahan Aek Manis, Serda Asrul Efendi Sihite, Selasa (9/12/2025).
Pria tersebut, sebagai perwakilan Ruhyan meminta agar anaknya mengumandangkan azan di atas rumah mereka yang sudah rata dengan tanah.
Ditambah, anak-anaknya disuruh meminta maaf kepadanya.
Baca juga: Akses Jalan Darat ke Aceh Tamiang dan Sibolga Kembali Terbuka
Begitu juga dengan permintaan terakhirnya, pria yang kerasukan ruh Ruhyan meminta agar mantan istrinya tidak berada di lokasi ketika proses pencarian.
Para keluarga pun setuju, dan mereka satu persatu meminta maaf.
Hal ini diungkap Serda Asrul, karena semasa hidupnya Ruhyan memendam sakit hati yang mendalam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Penampakan-Longsor-di-Sibolga-Selatan_20251205_200415.jpg)