Banjir Bandang di Sumatera
Langsa Lumpuh Akibat Banjir, Ketua DPD RI Gerak Cepat Kirim Bantuan Kemanusiaan
Kota Langsa menjadi salah satu area yang paling terpukul akibat terputusnya suplai listrik, air bersih, serta layanan internet.
Ringkasan Berita:
- Banjir bandang dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Sumatera
- Kevin menjelaskan bahwa meski Sultan tidak hadir langsung di lokasi bencana, komitmennya sangat jelas dalam mendorong percepatan distribusi bantuan kepada warga terdampak.
- Bantuan air bersih serta bahan makanan menjadi penopang utama kebutuhan dasar warga selama masa darurat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banjir bandang dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Sumatera menyebabkan Kota Langsa, Aceh, mengalami kelumpuhan total.
Kerusakan infrastruktur dasar seperti jaringan listrik, air bersih, dan telekomunikasi membuat ribuan warga terisolasi dan kesulitan memenuhi kebutuhan harian.
Di tengah situasi darurat tersebut, Ketua Dewan DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan para Senator dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk segera kembali ke daerah masing-masing guna menyalurkan bantuan dari DPD RI.
Selain itu, Sultan juga mengirimkan bantuan tambahan secara diam-diam ke Kota Langsa berupa 40 unit mesin genset, jaringan radio tower combat, dua ton bahan makanan, mulai dari beras, mi instan, hingga ikan sarden, serta pasokan air bersih.
Informasi tersebut disampaikan oleh aktivis dan pengusaha muda asal Bengkulu, Kevin Feliciano.
Dia menuturkan bahwa penyaluran bantuan dilakukan pada 1–4 Desember lalu.
Kevin menjelaskan bahwa meski Sultan tidak hadir langsung di lokasi bencana, komitmennya sangat jelas dalam mendorong percepatan distribusi bantuan kepada warga terdampak.
Baca juga: Wamentan Klarifikasi Bantuan Beras untuk Korban Banjir Sumatera Rp60 Ribu per Kg: Salah Ketik
"Bantuan kemanusiaan ini merupakan wujud tanggung jawab moral ketua DPD RI kepada masyarakat Aceh sebagai ketua lembaga Negara asal Sumatera. Meskipun tidak banyak, tapi bantuan itu cukup membantu keluarga kita di Aceh dalam memenuhi kebutuhan dasar di tengah bencana," kata Kevin, dalam keterangan yang diterima Rabu (10/12/2025).
Menurut Kevin, Kota Langsa menjadi salah satu area yang paling terpukul akibat terputusnya suplai listrik, air bersih, serta layanan internet.
"Lumpuhnya jaringan listrik Dan internet mendorong Pak Sultan mengirimkan Tim bersama bantuan seadanya tersebut. Jaringan radio sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi Dari petugas Dan pemerintah," ucapnya.
Ia menambahkan, keberadaan genset memberikan penerangan sederhana bagi warga yang harus melewati malam dalam kondisi gelap dan dingin.
Sementara itu, bantuan air bersih serta bahan makanan menjadi penopang utama kebutuhan dasar warga selama masa darurat.
"Masyarakat Kota Langsa menyampaikan apresiasi Dan terima kasih kepada ketua DPD RI. Kami harap jaringan listrik, air bersih dan internet segera pulih secepatnya," tandasnya.
Update Korban Tewas Banjir Sumatera
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa korban tewas akibat bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) bertambah menjadi 964 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/banjirsum1222.jpg)