Banjir Bandang di Sumatera
Pengalaman Kapolda Aceh dan Vilmei Tembus Aceh Tamiang: Seperti Tsunami, Bau Anyir
Kapolda Aceh hingga konten kreator Vilmei bagikan pengalaman saat tiba di Aceh Tamiang, daerah yang terdampak parah dari bencana di Aceh
“Di mana mau kebumikan? Air masih di mana-mana. Siapa mau kebumikan? Pemerintahannya lumpuh," ungkapnya.
85 Personel Polri Belum Ditemukan
Kapolda menyebut, hingga wawancara berlangsung, 85 anggota Polres Aceh Tamiang masih belum melaporkan diri.
“Kami tidak tahu hilang atau meninggal bagaimana. Semoga mereka selamat di pedalaman," katanya.
Tak hanya itu, Kapolda juga menceritakan saat pertama kali bertemu Bupati Aceh Tamiang, Kapolda mengaku terenyuh.
“Pak, saya sudah 4 hari tidak mandi. Baju saya ini saja," tambahnya.
Kapolda hanya menjawab “Yang penting selamat. Saya datang untuk minta bantuan sebanyak-banyaknya untuk recovery.”
Kapolda juga menceritakan drama penyaluran bantuan menggunakan helikopter.
“Semua serba salah. Mau dijatuhkan, berisiko. Tidak dijatuhkan, masyarakat meninggal. Kita rapping makanan dalam plastik besar; supaya tidak pecah.”
Di akhir wawancara, Kapolda menegaskan bahwa dalam kondisi bencana besar, pemimpin harus berani mengambil keputusan sesulit apa pun.
“Kalau kita diam, itu juga keputusan dan itu yang paling salah. Lebih baik bergerak, salah nanti dipikirkan. Yang penting rakyat dulu," pungkasnya.
Vilmei Tiba di Aceh Tamiang: Warga Teriak Lapar, Bau Anyir di Mana-Mana
Relawan kemanusiaan sekaligus konten kreator, Vilmei, kembali memberikan laporan kondisi terbaru dari wilayah terdampak banjir besar di Aceh.
Kali ini, ia tiba di Aceh Tamiang, salah satu daerah yang disebut warga paling parah terdampak dan hingga kini masih kekurangan makanan, air bersih dan akses komunikasi.
Dalam unggahan terbarunya, Rabu (10/12/2025), Vilmei menceritakan bahwa sepanjang jalan menuju lokasi, ia melihat pemandangan memilukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kolase-kapolda-aceh-dan-vilmei-soal-aceh-tamiang.jpg)