Banjir Bandang di Sumatera
Aksi Kemanusiaan Mahasiswa Jangkau Korban Banjir-Longsor di 3 Provinsi Sumatera
Bantuan itu merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian GMKI untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana
Ringkasan Berita:
- PP GMKI menyalurkan 2.600 paket sembako bagi korban banjir dan longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat hasil gotong royong BPC se-Indonesia senilai Rp 430,7 juta.
- Bantuan ini diharapkan meringankan kebutuhan dasar warga terdampak bencana.
- Semangat solidaritas dan aksi kemanusiaan terus dijaga untuk pemulihan Sumatera.
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) menyalurkan sebanyak 2.600 paket sembako kepada korban banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yakni Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong seluruh Badan Pengurus Cabang (BPC) GMKI se-Indonesia, yang melakukan aksi kemanusiaan di jalanan dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 430.696.800.
Sekretaris Fungsional (Sekfung) Masyarakat PP GMKI, Rudy Raubun, mengatakan bantuan itu merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian GMKI untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana.
“Kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam kepada seluruh masyarakat di Sumatera yang terdampak bencana alam,” ujar Rudy dalam keterangannya, Selasa.
Menurutnya, bantuan paket sembako disalurkan secara langsung kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Sibolga, serta beberapa daerah di Sumatera Barat.
Penyaluran bantuan dilakukan oleh Sekfung Masyarakat PP GMKI, Ketua Bidang Ekonomi Kreatif PP GMKI, Koordinator Wilayah I PP GMKI, serta pimpinan cabang GMKI di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Baca juga: GMKI Dukung Persembahan Natal Nasional 2025 untuk Kemanusiaan Palestina
Rudy mengakui, bantuan yang diberikan belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat korban bencana. Namun, ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga dalam beberapa waktu ke depan.
“Kami menyadari bantuan ini belum sepenuhnya mencukupi, tetapi kami berharap dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar mereka di tengah masa sulit,” katanya.
Lebih lanjut, Rudy menegaskan bahwa semangat persaudaraan dan aksi kemanusiaan harus terus dijaga sebagai bagian dari upaya pemulihan dan penanggulangan dampak bencana alam di Sumatera.
“Bergandengan tangan, kita kuat. Mari bersama-sama kita pulihkan Sumatera,” tandas Rudy.
Terpisah, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi (Kapusdatin) Kebencanaan BNPB Abdul Muhari memberikan update informasi terkait jumlah korban jiwa dalam bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Abdul Muhari menyebut, jumlah korban jiwa bertambah 14 orang sehingga total keseluruhan menjadi 1.030 orang.
"Untuk korban jiwa meninggal dunia bertambah 14 jiwa, dari 1.016 jiwa pada hari Minggu kemarin, 14 Desember saat ini menjadi 1.030 jiwa," ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Pusat Informasi dan Media Center Komdigi di lobi Kantor Gubernur Aceh, Kota Banda Aceh, Aceh.
Rinciannya, tujuh jasad ditemukan di Aceh, kemudian enam jasad di Sumut, dan satu jasad di Sumbar.
Kemudian, jumlah korban hilang adalah 206 orang, berkurang dari hari sebelumnya yang berjumlah 212 jiwa.
Jumlah pengungsi juga sudah berkurang dibandingkan pada hari Minggu kemarin.
"Jumlah pengungsi per hari Minggu 14 Desember itu 624.670 jiwa, saat ini berkurang menjadi 608.940 jiwa. Ini proporsi jumlah terbesar masih di Provinsi Aceh, sebanyak 572.862 jiwa," tutur Abdul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gmki-kirim-bantuan.jpg)