Minggu, 11 Januari 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Korban Banjir Kibarkan Bendera Putih, Guru Besar USK Aceh: saat Tsunami 2004 Negara Hadir Penuh

Guru Besar USK Aceh, Humam Hamid menilai aksi warga terdampak banjir mengibarkan bendera putih sebagai isyarat darurat.

Tangkap Layar YouTube Kompas TV/Istimewa
BENDERA PUTIH - Guru Besar USK Aceh, Humam Hamid menilai aksi warga terdampak banjir mengibarkan bendera putih sebagai isyarat darurat. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Aceh yang terdampak bencana banjir ramai-ramai mengibarkan bendera putih.
  • Mereka mengaku tak sanggup lagi menangani bencana.
  • Guru Besar USK Aceh, Humam Hamid menilai aksi itu sebagai isyarat darurat.

TRIBUNNEWS.COM - Aceh belum sepenuhnya pulih setelah diterjang bencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025 lalu.

Kini, warga Aceh terdampak bencana ramai-ramai mengibarkan bendera putih

Pengibaran bendera putih itu dilakukan warga di sejumlah titik seperti di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara.

Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK), Humam Hamid mengatakan, pengibaran bendera putih itu sebagai isyarat darurat.

Bukan putus asa, namun warga Aceh menganggap negara belum sepenuhnya hadir untuk membantu mereka.

"Itu gampang sekali, itu kan orang-orang yang bukan putus asa, tapi itu isyarat darurat," kata Humam, dikutip Tribunnews dari tayangan YouTube Kompas TV, Kamis (18/12/2025).

"Jadi masyarakat Aceh dalam pandangan saya mengibarkan bendera putih itu menyebutkan bahwa negara belum sepenuhnya hadir dengan mereka. Itu aja persoalannya," sambungnya.

Situasi darurat di Aceh itu, lanjut Humam, bisa dilihat dari adanya tiga Bupati yang menyerah serta Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem yang menangis melihat wilayahnya porak poranda.

Humam juga menyinggung ucapan Presiden Prabowo yang menyebut tidak punya tongkat Nabi Musa, setelah melihat langsung kondisi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Menurutnya, ucapan kepala negara itu menyiratkan, bencana di Pulau Sumatra berdampak besar.

"Prabowo yang begitu kuat, begitu sampai melihat kenyataan di lapangan dia langsung spontan keluar (mengatakan), 'saya tidak punya tongkat nabi musa', itu artinya apa dia secara gak sadar sudah melihat beban yang amat sangat besar," terangnya.

Baca juga: Duduk Perkara Warga Aceh Korban Banjir Kibarkan Bendera Putih, Mensos: Kami Sedang Bekerja Keras

Humam juga menguatkan analisa yang menyebut Siklon Tropis Senyar mengakibatkan kerusakan yang lebih dahsyat daripada tsunami yang terjadi di Aceh pada 2004 silam.

Ia pun membandingkan penanganan banjir kali ini dengan bencana tsunami pada 2004.

Saat tsunami meluluhlantahkan Aceh kala itu, disebutnya, negara hadir penuh untuk Aceh.

Namun, di bencana kali ini, lanjut dia, negara tak benar-benar sepenuh hati untuk Serambi Mekkah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved