Banjir Bandang di Sumatera
21 Hari Listrik Masih Padam, Begini Penampakan Warga Aceh Utara Antre Cas HP Pakai Genset
21 hari hidup gelap-gelapan tanpa listrik, warga Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara rela antre cas HP pakai genset demi bisa komunikasi.
Ringkasan Berita:
- 21 malam berturut-turut listrik padam pascabanjir yang melanda wilayah Aceh Utara sejak 26 November 2025.
- Buntutnya aktivitas warga sangat terganggu, terutama untuk kebutuhan penerangan dan komunikasi.
- Warga pun terpaksa antre cas HP pakai genset.
TRIBUNNEWS.COM, LHOKSUKON - Pascabanjir yang melanda wilayah Aceh Utara sejak 26 November 2025, hingga kini hari ke 21 listrik masih padam.
Warga Kecamatan Langkahan, Aceh Utara masih harus bertahan dalam kegelapan.
Alhasil aktivitas warga sangat terganggu, terutama untuk kebutuhan penerangan dan komunikasi.
Kondisi tanpa listrik memaksa warga mencari berbagai cara untuk tetap bisa berkomunikasi.
Sejumlah warga yang memiliki kemampuan ekonomi membeli genset secara mandiri.
Rumah warga yang memiliki genset pun menjadi tempat antrean masyarakat untuk mengisi daya telepon seluler setiap harinya.
“Yang mampu sudah beli genset. Setiap hari warga datang ke rumah mereka untuk antre cas HP,” kata Mukim Pintoe Rimba, M Hasan Ismail kepada Serambinews.com, Rabu (17/12/2205)
Dari foto yang diterima Tribunnews.com tampak stop kontak berjejer dipenuhi HP yang sedang di cas, kabel-kabel HP pun berseliweran.
Baca juga: Gubernur Mualem Viral Gegara Permohonan Bantuan ke PBB, Sang Istri Kak Na Sibuk Keliling Pengungsian
Sementara itu, sebagian warga lainnya memilih pergi ke Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, untuk mengisi daya ponsel.
Padahal secara jarak, wilayah Lhok Nibong di Kabupaten Aceh Timur lebih dekat dari Langkahan.
“Sebenarnya lebih dekat ke Lhok Nibong, tapi jalur ke sana melalui kawasan Krueng Lingka masih terendam banjir, jadi belum bisa dilintasi. Terpaksa kami ke Panton Labu,” ujar Ismail, warga setempat.
Di malam hari, sebagian warga masih mengandalkan lampu tradisional sebagai penerangan.
Ada pula yang menumpang di rumah warga lain yang memiliki lampu atau genset.
Baca juga: Respons Gubernur Mualem dan Mensos Gus Ipul soal Fenomena Ramainya Warga Aceh Kibarkan Bendera Putih
Selain itu, warga mulai membangun tempat berteduh darurat dari terpal di bekas rumah yang rusak maupun di sepanjang tanggul irigasi.
Namun, jumlah pengungsi masih cukup banyak yang bertahan di meunasah dan masjid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/cas-hp-di-aceh-utara-antre-pakai-genset.jpg)