Banjir Bandang di Sumatera
PMI dan DMI Bersinergi Bersihkan Masjid Terdampak Banjir Bandang di Aceh Utara
PMI dan DMI bersinergi pulihkan masjid terdampak banjir Aceh Utara, 455 korban jiwa tercatat BNPB.
Ringkasan Berita:
- Banjir bandang di Aceh Utara menimbulkan dampak besar dengan 455 korban jiwa dan 30 orang hilang.
- Di tengah duka, PMI bersama DMI menunjukkan komitmen kemanusiaan dengan membersihkan masjid dan fasilitas umum agar segera kembali digunakan masyarakat.
- Sinergi antarorganisasi menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana, sementara BNPB terus melakukan pencarian korban hilang dan penanganan pengungsi
TRIBUNNEWS.COM - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) menegaskan komitmen PMI dalam membantu pemulihan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Utara. PMI bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk membersihkan masjid dan fasilitas umum yang terdampak bencana.
Hal itu disampaikan JK usai meninjau Masjid Darussalam Gampong Paloh Raya, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Jumat (19/12/2025). Menurutnya, sebagian besar bangunan tidak mengalami kerusakan berat, namun kondisinya kotor akibat lumpur dan tumbuhan liar.
“Sebagian besar bangunan itu sebenarnya tidak hancur, hanya kotor saja. Banyak rumput dan lumpur yang masuk, itu ada semuanya,” ujar JK.
JK menjelaskan, PMI dan DMI berkolaborasi untuk melakukan pembersihan dan pemulihan tempat ibadah agar segera dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
“Artinya ini kerja sama PMI dengan DMI. Kita bersama-sama melakukan pembersihan, memulihkan, dan membenahi agar kembali bersih dan bisa dipakai beribadah,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antarorganisasi kemanusiaan sangat penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana, terutama untuk fasilitas vital masyarakat seperti masjid.
Banjir bandang yang melanda wilayah tersebut sebelumnya menyebabkan lumpur, sampah, dan material lainnya menutupi sejumlah bangunan warga dan fasilitas umum, termasuk Masjid Darussalam.
PMI dan DMI berkomitmen untuk terus membantu masyarakat terdampak hingga kondisi lingkungan kembali normal.
Baca juga: TelkomGroup Lepas 118 Relawan BUMN Peduli dan Salurkan Bantuan ke Aceh
BNPB: Korban Banjir dan Longsor di Aceh Bertambah, 455 Meninggal dan 30 Masih Hilang
Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh terus bertambah.
Hingga Jumat malam, 19 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 455 jiwa meninggal dunia.
Selain korban meninggal, ada 30 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Data tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi BNPB pada Kamis (18/12/2025) pukul 17.00 WIB.
Berdasarkan laporan BNPB, korban meninggal dunia tersebar di 14 kabupaten dan kota di Aceh.
Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 169 jiwa, disusul Aceh Tamiang sebanyak 85 jiwa dan Aceh Timur sebanyak 55 jiwa.
Berikut rincian korban meninggal dunia di Aceh:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PMI-dan-DMI-bersinergi-pulihkan-masjid-terdampak-banjir-Aceh-Utara.jpg)