Jumat, 15 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Bupati Aceh Utara Ungkap Distribusi Elpiji 3 Kg Belum Merata, Dorong Digelarnya Operasi Pasar

Ketersediaan dan kelancaran distribusi gas elpiji 3 kilogram ke seluruh kecamatan di Kabupaten Aceh Utara masih belum merata. 

Tayang:
Tribunnews.com/HO
DISTRIBUSI ELPIJI - Ketersediaan elpiji menjadi sorotan di Aceh Utara. Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil mengungkapkan, ketersediaan dan kelancaran distribusi gas elpiji 3 kilogram ke seluruh kecamatan di Kabupaten Aceh Utara masih belum merata.  

Ringkasan Berita:
  • Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil (Ayahwa), menyoroti distribusi gas elpiji 3 kilogram yang belum merata ke seluruh kecamatan pascabencana banjir
  • Kondisi ini membuat banyak warga kesulitan memenuhi kebutuhan energi rumah tangga, bahkan hingga hari ke-26 setelah banjir masih ada desa yang belum menerima pasokan. 
  • Kelangkaan berkepanjangan juga memicu kenaikan harga elpiji di pasaran, menambah beban masyarakat yang sedang memulihkan kondisi ekonomi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa mengungkapkan, ketersediaan dan kelancaran distribusi gas elpiji 3 kilogram ke seluruh kecamatan di Kabupaten Aceh Utara masih belum merata. 

Kondisi ini mengakibatkan tidak semua warga dapat memenuhi kebutuhan energi rumah tangga mereka secara optimal.

Ayahwa mengaku dirinya banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait kelangkaan elpiji yang sudah berlangsung berminggu-minggu setelah banjir melanda.

"Kebutuhan elpiji merupakan hal mendasar bagi masyarakat, terutama setelah bencana banjir yang melanda wilayah tersebut. Hingga memasuki hari ke-26 setelah banjir, masih banyak wilayah yang belum menerima distribusi gas elpiji,” ujarnya, seperti dikutip dari Serambi, Selasa (23/12/2025).

Berdampak kepada masyarakat

Ia menilai keterlambatan ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, mengingat elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok yang tidak dapat ditunda, terutama dalam situasi darurat pascabencana.

Dalam pemantauan langsung ke lapangan, Bupati Aceh Utara menyebut masih ditemukannya desa-desa yang dalam waktu lama tidak menerima pasokan elpiji sama sekali, sehingga memicu keresahan warga.

“Seperti di Matang Jeulikat, Kecamatan Seunuddon, itu sudah lama tidak ada tabung gas," bebernya.

Kelangkaan elpiji yang berkepanjangan ini juga berdampak pada lonjakan harga di pasaran. Berdasarkan laporan masyarakat, harga elpiji 3 kilogram melonjak tajam, semakin menekan warga yang masih berjuang memulihkan kondisi ekonomi pascabencana.

Selain memastikan suplai, Bupati Aceh Utara juga meminta agar segera digelar operasi pasar untuk menstabilkan harga elpiji 3 kilogram di tengah kelangkaan. 

“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Dinas Perdagangan bersama pihak terkait perlu memastikan suplai gas elpiji terjamin untuk seluruh wilayah Aceh Utara agar harga bisa kembali normal,” tegas Ayahwa.

Pemkab Aceh Utara berharap adanya respons cepat agar distribusi gas elpiji kembali normal dan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi, khususnya di wilayah-wilayah yang masih dalam masa pemulihan pascabencana. 

Aceh Utara sendiri menjadi salah satu daerah yang terdampak paling parah, dengan ratusan korban meninggal dunia, ribuan rumah rusak, serta lumpuhnya berbagai fasilitas umum dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Lebih sulit

Pengamat ekonomi Willy Arafah mengatakan, distribusi elpiji di wilayah bencana jauh lebih sulit dibandingkan bahan bakar minyak (BBM).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved