Minggu, 10 Mei 2026

Ibu dan Dua Anak Tewas Tertabrak Kereta Api di Sragi Pekalongan, Hujan Deras Jadi Faktor Utama

Hujan deras diduga jadi penyebab ibu dan dua anaknya tewas tertabrak KA Harina di perlintasan Sragi, Pekalongan, Senin sore

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/istimewa
TERTEMPER KERETA - Anggota Polres Pekalongan saat mengevakuasi korban tertemper kereta api yang ada di wilayah Kecamatan Sragi. Dari kejadian ini seorang ibu, bersama dua anaknya meninggal dunia setelah motor yang mereka kendarai tertemper kereta api di KM 98+300 antara Stasiun Sragi-Pekalongan, Senin (29/12/2025) sore, saat kondisi hujan lebat. Dok Polres Pekalongan 
Ringkasan Berita:
  • Kecelakaan kereta api terjadi di perlintasan Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Senin (29/12/2025) sore 
  • Seorang ibu dan dua anaknya tewas setelah sepeda motor yang mereka kendarai tertabrak KA Harina relasi Bandung–Surabaya saat hujan deras
  • Polisi menyebut jarak pandang terbatas menjadi faktor utama.

TRIBUNNEWS.COM, PEKALONGAN – Kecelakaan kereta api terjadi di perlintasan Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (29/12/2025) sore. 

Seorang ibu bersama dua anaknya meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka kendarai tertabrak Kereta Api Harina relasi Bandung–Surabaya Pasarturi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 15.15 WIB di KM 98+300 lintasan antara Stasiun Sragi dan Stasiun Pekalongan.

Saat itu, korban melintas dari arah selatan ke utara menggunakan sepeda motor Honda Vario 125.

Kronologi Kecelakaan di Perlintasan Sragi

Kapolsek Sragi AKP Turkhan menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan jarak pandang sangat terbatas sehingga korban tidak menyadari adanya kereta api yang melintas.

Akibatnya, sepeda motor langsung tertabrak KA Harina dan ketiga korban terpental beberapa meter dari kendaraan.

“Hujan lebat membuat jarak pandang terbatas. Korban tidak mengetahui adanya kereta yang melintas sehingga terjadi temperan,” ujar AKP Turkhan.

Baca juga: Kereta Api Antar Samudra Tergelincir di Meksiko, 13 Tewas, Puluhan Luka akibat Gerbong Keluar Rel

Identitas Korban

Ketiga korban diketahui bernama: Muji Rahayu Slamet (35), Agung Januar Putra (11) dan Ajeng (7) yang merupakan warga Dukuh Kendayaan, Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.

Seluruh korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami luka berat.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, titik awal benturan ditemukan sekitar 30 meter dari posisi sepeda motor. 

Sementara tubuh para korban ditemukan di sisi timur kendaraan dengan jarak sekitar 6–8 meter dalam posisi terkurap.

Petugas Polsek Sragi langsung melakukan pengamanan dan mengevakuasi korban ke RSUD Kraton Pekalongan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, membenarkan adanya insiden tersebut.

Akibat kejadian itu, KA Harina sempat melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk memastikan kondisi sarana perkeretaapian aman.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Awak Sarana Perkeretaapian, kereta kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 15.23 WIB.

“KAI turut prihatin atas kejadian ini dan terus berkomitmen meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api melalui sosialisasi kepada masyarakat,” kata Luqman.

Imbauan Keselamatan

Polisi dan pihak KAI mengingatkan masyarakat agar selalu waspada saat melintasi perlintasan kereta api, terutama saat cuaca buruk.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pengendara:

  • Pastikan kondisi aman sebelum melintas.
  • Kurangi kecepatan dan tingkatkan kewaspadaan saat hujan deras.
  • Dengarkan suara peringatan dan perhatikan lingkungan sekitar.
  • Jangan memaksakan melintas jika jarak pandang terbatas. (Tribun Jateng/LYZ)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved