Senin, 27 April 2026

Pemkab Cirebon Akan Cabut Tanaman Sawit di Desa Cigobang, Diganti Tanaman Ini

Pemerintah Kabupaten Cirebon mengatakan akan mencabut tanaman kelapa sawit yang ditanam di lahan seluas 2,5 ha dengan jumlah kurang lebih 400 batang

Editor: Erik S
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
SAWIT DI CIREBON - Potret sawit yang tumbuh di perbukitan Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, Senin 28 Desember 2025. Pemerintah Kabupaten Cirebon mengatakan akan mencabut tanaman kelapa sawit yang ditanam di lahan seluas 2,5 hektare dengan jumlah kurang lebih 400 batang. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Cirebon akan mencabut sekitar 400 batang kelapa sawit di lahan 2,5 hektare di Kecamatan Pasaleman sesuai surat edaran dari Gubernur Jawa Barat.
  • Sebagai pengganti, pemkab akan membantu masyarakat dengan menanam komoditas yang lebih cocok, seperti mangga.
  • Pemkab belum memutuskan waktu pencabutan dan penanaman pengganti. Hal itu akan dibahas bersama pemerintah desa dan warga setempat.

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon mengatakan akan mencabut tanaman kelapa sawit yang ditanam di lahan seluas 2,5 hektare dengan jumlah kurang lebih 400 batang di Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman.

Wali Kota Cirebon H. Imron mengatakan kebijakan itu sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat terkait larangan penanaman kelapa sawit di wilayah Jawa Barat (Jabar).

Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten Cirebon menyiapkan langkah penggantian tanaman dengan komoditas yang lebih sesuai dengan karakter wilayah Pasaleman.

Baca juga: Temuan Kebun Sawit di Cigobang Cirebon, Gubernur Dedi Mulyadi Terbitkan SE, Dinas Pertanian Bereaksi

Salah satu alternatif yang disiapkan adalah tanaman mangga, termasuk mangga gincu.

“Kami akan membantu masyarakat, artinya menyiapkan bibit untuk mengganti sawit ini. Sawitnya nanti akan dicabut,” kata Imron saat diwawancarai media di lokasi, Senin (5/1/2026).

Terkait waktu pelaksanaan pencabutan dan penggantian tanaman, Imron mengatakan hal itu akan diputuskan dalam rapat lanjutan bersama pemerintah desa, camat, serta masyarakat setempat guna menentukan langkah teknis berikutnya.

Ada Tanaman Tak Lazim Lainnya

Selain sawit, Imron juga mengaku menemukan tanaman lain yang dinilai tidak lazim ditanam di wilayah tersebut, yakni kurma. 

Namun, berdasarkan keterangan para petani, tanaman tersebut belum memberikan hasil meski telah ditanam selama bertahun-tahun.

“Katanya kurma tiga bulan panen, tapi ternyata sudah sepuluh tahun juga belum. Ini kan perlu dikaji,” ujarnya.

Imron menegaskan, hingga saat ini pihaknya baru menerima laporan penanaman sawit di Kecamatan Pasaleman.

Namun apabila ditemukan kasus serupa di wilayah lain, Pemkab Cirebon akan melakukan langkah yang sama.

“Kalau dengar lagi di kecamatan lain, kami akan cek. Intinya kami mendukung edaran Pak Gubernur,” ucap Imron.

Imron mengungkapkan mengetahui ada tanama sawit berdasarkan pemberitaan dari media.

Total rencana penanaman sawit di kawasan tersebut mencapai sekitar 6,5 hektare, namun sebagian masih berupa perencanaan dan belum direalisasikan.

Baca juga: Kebijakan Sawit Diminta Berpihak ke Petani dan Rakyat

“Ini baru perencanaan 2,5 hektare, sekitar 400 batang. Saya lihat masih kecil. Maka dengan adanya edaran Pak Gubernur, kami dari Kabupaten Cirebon akan mendukung penuh,” jelas dia.

Bupati Cirebon meninjau lokasi tersebut bersama unsur Forkopimda, di antaranya Danrem 063/Sunan Gunung Jati Cirebon Kolonel Infanteri Hista Soleh Harahap, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar Ono Surono, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dandim 0620 Kabupaten Cirebon, serta unsur terkait lainnya.

Kedatangan para pejabat itu pun disambut warga setempat.

Mereka memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan berbagai kekhawatiran terkait penanaman sawit di kawasan perbukitan desa mereka, yang dinilai berpotensi berdampak pada lingkungan dan keberlanjutan wilayah.

Identitas Pemilik Lahan

Pemilik lahan yang ditanami sawit tersebut adalah Casteja (31). Dia mengaku tidak tahu sebagian tanah miliknya dijadikan lahan kebun kelapa sawit.

Ia menerangkan, luas lahan miliknya mencapai 1,5 hektar. Namun, sekitar 1.200 meter persegi sudah ada lubang untuk penanaman kelapa sawit.

Casteja sempat didatangi pihak perusahaan yang menawarkan kerja sama pengelolaan lahan. Namun, tawaran tersebut ia tolak karena masa kontrak yang dinilai terlalu panjang.

“Dari PT juga sudah ngajak ke saya. Tapi, kontraknya itu sekitar 30 tahun. Per bulannya katanya dapat Rp 4.000 per pohon untuk perawatan. Saya menolak,” jelasnya.

Casteja menambahkan, lahan tidak hanya menjadi aset ekonomi jangka pendek. Ia ingin memanfaatkan lahannya dengan cara yang selaras dengan alam.

Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Gandjar Yudniarsa mengatakan, penanaman kelapa sawit di Cigobang sudah berlangsung selama tiga bulan.

Kendati demikian, pihaknya baru mengetahui ada kebun sawit di wilayah tersebut setelah melakukan monitoring. Gandjar mengaku bahwa tidak ada koordinasi apa pun soal perubahan fungsi lahan menjadi kebun kelapa sawit.

Ia menambahkan, kebun kelapa sawit di Cigobang berada di lahan milik perorangan. Namun, pengelolaannya bekerja sama dengan PT Kelapa Ciung Sukses Makmur (KCSM).

Sebaran Perkebunan Sawit di Jawa Barat

Berdasarkan data Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), perkebunan kelapa sawit milik petani di Jawa Barat terpusat di Subang, Garut, Pangandaran, dan Tasikmalaya.

Merujuk Buku Statistik Perkebunan Kementerian Pertanian 2025, total luas perkebunan sawit di Jabar mencapai 15.764 hektare dengan kategori tanaman menghasilkan dan total produksi mencapai 43.493 ton crude palm oil (CPO).

Sebagian besar perkebunan kelapa sawit dikelola oleh BUMN dengan luas mencapai 11.254 hektare. Sisanya, perkebunan kelapa sawit swasta dengan luas 4.259 hektare.

Merujuk data Badan Pusat Statistik, jumlah pekerja perkebunan kelapa sawit di Jabar mencapai 8.170 orang.

Sentra produksi kelapa sawit di Indonesia adalah di Provinsi Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Dengan kapasitas produksi yang cukup besar tersebut, menjadikan Indonesia juga eksportir CPO terbesar di dunia, yang menguasai pangsa lebih dari 55 persen total minyak kelapa sawit yang diekspor di dunia. Ekspor minyak kelapa sawit Indonesia terus bertumbuh setiap tahunnya hingga pada tahun 2023 mencapai 26,13 juta ton.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Ngaku Tahu dari Media, Bupati Cirebon Akan Cabut Semua Pohon Sawit, Diganti Mangga Gincu

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved