Banjir Bandang di Sumatera
Alat Berat Mulai Dikerahkan, Warga Nanggalo Padang Kompak Cabut Bendera Putih
Bendera putih yang sebelumnya berkibar sebagai simbol permintaan tolong dan keputusasaan warga kini dicabut setelah alat berat dikerahkan.
Ringkasan Berita:
- Pemandangan berbeda terjadi di Komplek Griya Permata 2, Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat.
- Bendera putih yang sebelumnya berkibar sebagai simbol permintaan tolong dan keputusasaan warga kini telah diturunkan.
- Seiring dengan dimulainya langkah konkret perbaikan infrastruktur di kawasan terdampak banjir tersebut, dengan hadirnya alat berat.
TRIBUNNEWS.COM, PADANG - Bendera putih yang sebelumnya berkibar sebagai simbol permintaan tolong dan keputusasaan warga korban banjir bandang di Nanggalo, Kota Padang, Sumbar kini telah diturunkan.
Pemandangan ini terjadi di Komplek Griya Permata 2, Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat pada Rabu (7/1/2026).
Warga kompak menurunkan bendera putih seiring dengan dimulainya langkah konkret perbaikan infrastruktur di kawasan terdampak banjir tersebut.
Bendera Putih Dicabut
Sebelumnya bendera putih bermunculan di sepanjang pemukiman hingga di depan pintu masjid, yang dimaknai sebagai sebuah kepasrahan.
Kini Pantauan TribunPadang.com di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB menunjukkan kesibukan baru.
Tidak ada lagi kain putih yang melambai di depan rumah warga.
Baca juga: Setelah Aceh, Kini Bendera Putih Berkibar di Nanggalo Padang, Warga Mulai Putus Asa
Sebagai gantinya, deru mesin dari tujuh unit alat berat mulai memecah keheningan komplek, bekerja melakukan pengerukan dan perbaikan aliran sungai yang menjadi pemicu bencana beberapa waktu lalu.
Sejak Senin (5/1/2026) warga secara sukarela mencabut simbol tersebut setelah melihat komitmen pemerintah yang mendatangkan bantuan alat berat untuk menormalisasi sungai yang merusak pemukiman mereka.
Warga Mulai Tenang
Aprillegianti, seorang warga yang kehilangan rumahnya akibat terjangan arus, mengungkapkan bahwa kehadiran alat berat tersebut membawa sedikit ketenangan.
Baginya, penurunan bendera adalah bentuk apresiasi warga atas respons yang akhirnya tiba di lapangan.
"Bendera sudah turun karena bantuan sudah datang. Harapan kami sekarang, perbaikan sungai ini bisa cepat selesai. Kami hanya ingin tidak ada lagi rasa takut yang menghantui setiap kali langit mendung," ujar Aprillegianti.
Kondisi cuaca yang panas dalam beberapa hari terakhir membuat material lumpur di dalam komplek mulai mengeras.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bendera-putih-di-padang-1.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.