Banjir Bandang di Sumatera
Total 189 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir-Longsor di Sumatra: Aceh Paling Parah
Jumlah rumah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai sekitar 189.000 unit
Ringkasan Berita:
- Menteri PKP menyebut sekitar 189 ribu rumah rusak akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan Aceh sebagai wilayah terdampak paling parah.
- Pemerintah menyiapkan puluhan lokasi relokasi, khususnya di Aceh, untuk mempercepat pembangunan kembali rumah warga terdampak bencana.
- BNPB mencatat korban meninggal dunia akibat bencana tersebut mencapai 1.182 jiwa, sementara ratusan ribu warga masih mengungsi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan jumlah rumah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai sekitar 189.000 unit.
Hal itu dikatakan Maruarar dalam Rapat koordinasi satgas pemulihan bencana Sumatera DPR dan pemerintah digelar di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).
“Aceh menjadi wilayah dengan dampak paling besar,” ujar Maruarar saat memaparkan data kerusakan perumahan.
Baca juga: Tito Klaim Listrik di Wilayah Aceh-Sumut-Sumbar Secara Umum Sudah Pulih
Dia merinci, untuk kategori rusak berat, Aceh tercatat sebanyak 64.740 unit, Sumatera Utara 18.341 unit, dan Sumatera Barat 6.627 unit.
Sementara kategori rusak sedang di Aceh mencapai 40.103 unit, Sumatera Utara 3.616 unit, dan Sumatera Barat 2.842 unit.
Adapun rumah rusak atau hanyut, lanjut Maruarar, di Aceh tercatat 13.969 unit, Sumatera Utara 937 unit, dan Sumatera Barat 791 unit.
“Kalau kita akumulasikan seluruh kategori, total rumah terdampak kurang lebih 189 ribu unit,” kata dia.
Menurut Maruarar, data tersebut menjadi dasar pemerintah untuk mempercepat langkah relokasi dan pembangunan kembali rumah warga terdampak.
Adapun Kementerian PKP telah menyiapkan 53 titik lahan relokasi di Provinsi Aceh untuk penanganan rumah terdampak bencana.
Maruarar menyebut, total luas lahan relokasi yang diusulkan di Aceh mencapai 473,09 hektare.
“Dari luasan tersebut, daya tampung rumah yang dapat terbangun mencapai 28.311 unit,” kata Maruarar.
Dia menjelaskan, lahan relokasi tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari lahan pemerintah daerah, lahan negara, BUMN/BUMD, hingga swasta.
Baca juga: Dipimpin Dasco, Satgas Pemulihan Bencana DPR dan Pemerintah Kembali Gelar Rakor di Aceh
Dari total 153 titik, 24 lokasi telah diverifikasi lapangan dan dinyatakan layak.
Selain Aceh, pemerintah juga menyiapkan 16 lokasi relokasi di Sumatera Utara dan 28 lokasi di Sumatera Barat, dengan total luas masing-masing 58 hektare dan 53 hektare.
“Data ini akan kami serahkan kepada Ketua Satgas DPR dan Ketua Satgas Pemerintah agar bisa segera ditindaklanjuti,” tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Bersih-bersih-Sebulan-Pascabencana-Banjir-Bandang-di-Aceh-Tamian_20251229_102920.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.