Senin, 20 April 2026

WNA China Jadi Buron Kasus Love Scamming di Sleman, Sewa Rumah hingga Rekrut Karyawan

WNA China berinisial Z diburu Hubinter Polri usai terungkap sebagai pemodal sindikat love scamming di Sleman dengan keuntungan Rp30 miliar per bulan.

Penulis: Faisal Mohay
Editor: Febri Prasetyo
Tribunnews.com
PENIPUAN LOVE SCAMING - Barang bukti bersama enam tersangka kasus love scamming yang beroperasi di Sleman ditunjukkan polisi pada Rabu (7/1/2026). Aksi sindikat ini terbongkar setelah patroli siber mendeteksi aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang WNA China berinisial Z diburu Hubinter Mabes Polri karena diduga menjadi pemodal sindikat love scamming di Sleman.
  • Penggerebekan di rumah kontrakan yang dijadikan markas PT Altair Trans Service.
  • Sindikat ini telah beroperasi selama setahun dan meraup keuntungan hingga Rp30 miliar per bulan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang warga negara asing (WNA) China berinisial Z diburu Hubinter (Interpol) Mabes Polri karena terlibat kasus penipuan dengan modus love scamming.

Z berperan sebagai pemodal dan merekrut karyawan untuk dipekerjakan di sebuah rumah kontrakan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Love scamming adalah jenis penipuan berbasis manipulasi psikologis yang pelakunya berpura-pura menjalin hubungan asmara dengan korban untuk mencuri uang atau data pribadi mereka.

Berdasarkan keterangan OJK, love scamming menjadi salah satu tren kejahatan finansial digital yang sedang meningkat dan dilakukan secara global.

Dalam kasus di Sleman, para korban merupakan WNA dari Kanada, Amerika Serikat, Australia, dan Inggris.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian menyatakan penangkapan terhadap Z memerlukan koordinasi antara kepolisian Indonesia dengan negara China.

“Terkait bosnya (scamming) dari China, kami sudah berkoordinasi dengan Hubinter, sudah berkirim surat. Jadi Hubinter yang meneruskan ke sana (Kepolisian China),” ungkapnya, dikutip dari TribunJogja.com.

Menurutnya, identitas Z terungkap setelah penyelidikan terhadap enam tersangka.

“Dia datang ke Indonesia cuma sekali. Ini masih terus kami dalami,” lanjutnya.

Penggerebekan di rumah kontrakan tersebut terjadi pada Senin (5/1/2026) lalu.

Sejumlah barang bukti diamankan termasuk barang pribadi para karyawan.

Baca juga: Timothy Ronald Disebut Sedang di Thailand di Tengah Laporan Dugaan Penipuan Trading Kripto

Ia memperbolehkan para karyawan mengambil barang bukti yang sempat disita.

“Kan ada tuh sepeda motor pegawainya yang ikut kami sita, sekarang sudah bisa diambil,” jelasnya.

Penggerebekan Kantor

Rumah kontrakan tersebut dijadikan markas PT Altair Trans Service untuk meraup keuntungan dari konten pornografi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved