Turis Indonesia ke Jepang Naik 36,6 Persen, Cina Turun 55,9 Persen, Apa Maknanya?
Turis Indonesia ke Jepang melonjak, sementara China turun drastis. Apa makna di balik perubahan tren ini di tengah rekor wisata Jepang?
Ringkasan Berita:
- Kunjungan wisatawan Indonesia ke Jepang naik 36,6 persen menjadi 82.800 orang, sementara turis China turun tajam 55,9%
- Penurunan ini dikaitkan dengan faktor kebijakan dan dinamika hubungan, meski sebagian warga China tetap bepergian
- Secara keseluruhan, pariwisata Jepang tetap tumbuh dengan rekor kunjungan 3,6 juta wisatawan pada Maret 2026.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Wisatawan Indonesia tercatat sebanyak 82.800 orang (naik 36,6% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya). sedangkan China turun 55,9%. Lalu apa artinya?
"Kunjungan Indonesia naik itu wajar karena mencintai Jepang sejak dulu hingga kini. Sama sekali tidak ada masalah apa pun dengan Jepang. Tapi kunjungan turis China turun 55,9% ke Jepang artinya apa," ungkap seorang pengusaha wisata Jepang kepada Tribunnews.com Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, penurunan 55,9% turis China ke Jepang artinya 44,1% turis China atau warga China tetap percaya kepada demokrasi kebebasan dan tidak mau tunduk kepada permintaan pemerintahnya sendiri.
"Kalau dulu begitu diatur pemerintahnya dilarang ke Jepang mayoritas 90% lebih tidak ke Jepang. Kini rakyatnya sudah semakin pintar mengerti demokrasi dan berani mengambil keputusan sendiri mana yang baik mana yang tidak terutama yang 44,1% tersebut," tambah sumber itu lagi.
Kunjungan WNI sendiri dipengaruhi oleh libur Idul Fitri, liburan sekolah, serta tren perjalanan ke Jepang yang terus berlanjut.
Baca juga: 6 Perusahaan Jepang–Indonesia Uji Coba Lahan Bekas Tambang Batu Bara di Kalsel untuk Energi Bersih
Sedangkan jumlah wisatawan asing ke Jepang mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah untuk satu bulan terakhir ini.
"Wisatawan asing akan terus bertambah banyak ke Jepang di tengah boikot pemerintah China melarang masyarakatnya ke Jepang. Tapi tetap saja banyak sekali ratusan ribu warga China tidak peduli akan larangan tersebut. Satu kemajuan berpikir yang baik dan realistis mungkin ya," lanjutnya.
Maret 2025 jumlah turus China mencapai 661,817 orang dan kini hanya 291,600 turis China per bulan yang ke Jepang.
"Kecil pengaruh masuk tidaknya turis China ke Jepang. Negeri Sakura ini masih dicintai semua negara kecuali China yang memboikotnya. Tidak masalah kok," tekannya lagi.
Menurut perkiraan dari Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO), jumlah pengunjung ke Jepang pada Maret 2026 meningkat 3,5% tahun-ke-tahun menjadi 3,618,900, melebihi bulan yang sama tahun lalu untuk bulan kedua berturut-turut dan mencapai rekor tertinggi pada bulan Maret.
Meskipun Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan negara-negara lain mencatat tertinggi bulanan tertinggi mereka, tingkat pertumbuhan melambat karena penurunan tajam di Timur Tengah karena situasi tegang di Iran, selain China, di mana hubungan terus memburuk.
Selain itu, total kumulatif dari Januari hingga Maret melebihi 10 juta untuk tahun kedua berturut-turut.
Jumlah orang Jepang yang bepergian ke luar negeri meningkat sebesar 6,7% menjadi 1.519.000, melebihi bulan yang sama tahun lalu untuk pertama kalinya dalam dua bulan.
Hal tersebut melebihi 1 juta selama 11 bulan berturut-turut dan pulih menjadi hampir 80?ri tingkat pra-corona.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/turisindonesiadijepang1.jpg)